Menu

Mode Gelap
Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah SIAK: DARI TAKHTA YANG TERUSIR HINGGA CAHAYA SEJARAH DI PESISIR RIAU MINYAK MENGALIR, SAWIT MENGHIJAU, JANGAN BIARKAN PSPS RISAU Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Komisaris PT Pertamina Arun Gas (PAG) Dukung PKRM PRIMA DMI Langsa 2026. Wanda Assyura: remaja masjid harus diberi ruang untuk berkreasi. Amsakar: GMPP Harus Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

Batam

11 Bulan Amsakar–Li Claudia Pimpin Batam, Air Bersih dan Sampah Masih Jadi Fokus Pembenahan

badge-check


					11 Bulan Amsakar–Li Claudia Pimpin Batam, Air Bersih dan Sampah Masih Jadi Fokus Pembenahan Perbesar

MaklumatKepri.com – Memasuki 11 bulan masa kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, persoalan air bersih dan pengelolaan sampah masih menjadi isu utama yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Batam. Dua sektor pelayanan dasar ini dinilai sebagai persoalan struktural yang telah menumpuk selama bertahun-tahun dan tidak dapat diselesaikan secara instan.

Ketua Tim Relawan ASLI (Amsakar–Li Claudia), M. Nur, menegaskan bahwa sejak awal pasangan Amsakar–Li Claudia dilantik, persoalan air dan sampah telah ditempatkan sebagai prioritas tertinggi, sejalan dengan kebutuhan mendasar masyarakat.

“Air dan sampah itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu, sejak awal menjabat, Pak Amsakar dan Bu Li Claudia sudah menempatkan dua persoalan ini sebagai prioritas utama, bukan pelengkap,” kata M. Nur, Senin (26/1/2025).

Masalah Lama, Butuh Solusi Menyeluruh
M. Nur menjelaskan, persoalan air bersih di Batam bukan sekadar soal suplai, melainkan mencakup infrastruktur distribusi, kapasitas waduk, kebocoran jaringan, hingga tata kelola pelayanan. Kompleksitas ini, menurutnya, membuat penyelesaian masalah air tidak bisa dilakukan dengan kebijakan populis jangka pendek.

“Ini bukan masalah baru. Sudah bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat. Jadi rasanya ini tidak adil kalau 11 bulan langsung diharapkan semua selesai. Yang dilakukan sekarang adalah membenahi akar masalahnya,” ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi pada sektor pengelolaan sampah. Pertumbuhan penduduk, kawasan permukiman baru, serta aktivitas industri dan pariwisata membuat volume sampah di Batam terus meningkat, sementara sistem pengelolaannya membutuhkan modernisasi dan penataan ulang.

Keputusan Sudah Diambil, Anggaran Sudah Disetujui
Menurut M. Nur, dalam 11 bulan terakhir, pemerintah di bawah kepemimpinan Amsakar–Li Claudia telah mengambil sejumlah keputusan strategis, termasuk penetapan program, skema pembiayaan, serta penguatan kebijakan di sektor air dan persampahan.
“Yang perlu diketahui publik, keputusan sudah diputuskan, anggarannya juga sudah disetujui. Ini bukan janji kosong. Sekarang tinggal tahap eksekusi di lapangan,” tegasnya.

Ia menyebutkan, pemerintah sebenarnya ingin bergerak cepat. Namun, dalam tata kelola pemerintahan, terdapat prosedur hukum dan administrasi yang wajib dilalui agar kebijakan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Pak Amsakar dan Bu Li Claudia ingin cepat, bahkan sangat cepat. Tapi ada proses yang tidak bisa dilompati, seperti perencanaan teknis, lelang pekerjaan, dan tahapan administrasi lainnya. Semua itu harus dilakukan sesuai aturan,” jelas M. Nur.

Minta Publik Beri Ruang untuk Bekerja
M. Nur pun mengajak masyarakat untuk memberikan ruang dan waktu agar seluruh program yang telah dirancang dapat dijalankan secara optimal. Ia menilai, kecepatan tanpa kepatuhan hukum justru berpotensi merugikan daerah.
“Kalau dipaksakan tanpa prosedur, nanti malah bermasalah. Yang rugi bukan hanya pemerintah, tapi masyarakat juga. Jadi mohon beri ruang agar semua proses berjalan dengan benar,” katanya.

Meski demikian, ia optimistis bahwa hasil dari proses tersebut akan mulai dirasakan dalam waktu dekat. Dengan seluruh kebijakan dan anggaran yang telah disiapkan, tahun ini disebut sebagai fase awal perubahan nyata.
“Insya Allah tahun ini keluhan masyarakat terkait air dan sampah akan terurai secara signifikan. Tidak langsung sempurna, tapi perubahan ke arah yang lebih baik akan mulai terasa,” ujar M. Nur.

Optimisme Relawan dan Harapan Masyarakat
Sebagai relawan yang aktif mengawal jalannya pemerintahan Amsakar–Li Claudia, M. Nur menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat agar program yang telah direncanakan benar-benar terealisasi.
“Kami tidak hanya membela, tapi juga mengawal. Harapannya, masyarakat bisa bersabar, pemerintah fokus bekerja, dan tahun ini Batam mulai keluar dari persoalan klasik air dan sampah,” pungkasnya. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan

12 September 2026 - 16:54 WIB

Amsakar: GMPP Harus Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

12 September 2026 - 16:36 WIB

BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair Asia 2026

12 September 2026 - 14:35 WIB

Video Warga Batam di Kamboja Beredar: Keluarga Diminta Lapor, Pemko Koordinasi dengan Kemlu dan BP2MI

11 September 2026 - 21:58 WIB

LAM Kota Batam: Do’a selamat dan Do’a Arwah Sempena Hari Jadi LAM Yang Ke-26

11 September 2026 - 19:25 WIB

Trending di Batam