Maklumatkepri.com. Prabumulih-Pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, Kelompok 6 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Raden Fatah Palembang melaksanakan kunjungan edukatif ke Pos UKK Serat Nanas Pangkul yang berlokasi di kediaman Ibu Reni Lusiana, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal, khususnya pengolahan serat daun nanas menjadi produk bernilai ekonomi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan secara langsung mengenai proses pengolahan daun nanas, mulai dari proses ekstraksi serat, pengeringan, pemintalan menjadi benang, hingga menghasilkan berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai tambah.

Ibu Reni Lusiana merupakan penggerak usaha pengolahan serat nanas di Desa Pangkul. Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan bahwa serat daun nanas memiliki potensi ekonomi yang besar apabila diolah secara tepat. Serat tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk kerajinan dan tekstil yang memiliki nilai jual serta berpotensi menjadi salah satu produk unggulan desa. Selain aktif mengembangkan usaha pengolahan serat nanas, beliau juga kerap dipercaya menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.
Mahasiswa Kelompok 6 KKN UIN Raden Fatah Palembang juga berkesempatan melihat secara langsung peralatan yang digunakan dalam proses produksi serta berbagai hasil olahan serat nanas yang telah dipasarkan. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata mengenai pentingnya inovasi dalam mengolah potensi lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah pertanian.
Kunjungan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman mahasiswa mengenai pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa. Selain itu, kegiatan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan observasi lapangan seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga dapat melihat secara langsung praktik pemberdayaan masyarakat yang berhasil memanfaatkan sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Yusuf Wicaksono
Editor : Redaksi













