Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang 3.100 Pelari Ikuti BTN KEPRI MoonRun 2026, Lari Malam Menjelajah Warisan Budaya Tanjungpinang

Opini

Menghidupkan Remaja Masjid dan Mewujudkan Masjid Ramah Anak

badge-check


					Menghidupkan Remaja Masjid dan Mewujudkan Masjid Ramah Anak Perbesar

Oleh : Akhmad Sururi 

Era tahun delapan puluhan banyak remaja yang hidup di masjid masjid kampung. Mereka tidur di masjid dan paginya sekolah. Setiap malam masjid tidak sepi dari remaja dan anak anak yang kadang sambil membawa buku pelajaran sekolah. Penulis sendiri termasuk menjadi bagian dari anak anak yang lebih banyak tidur di masjid saat masih sekolah SD sampai MTs.

Menurut penuturan cerita seorang teman ada beberapa bahkan banyak mungkin pejabat atau orang hebat saat ini dulu pada saat anak anak sering tidur di masjid. Mereka yang tidur dimasjid bisa karena senang kumpul dengan teman sebayanya, atau karena memang di rumahnya memiliki keterbatasan tempat tidur.

Saat ini pemandangan malam hari di masjid sudah tidak ada lagi remaja yang tidur atau membawa buku. Remaja masjid sudah tidak tampak lagi di masjid, kecuali pada saat tertentu misalnya peringatan hari besar Islam. Itupun mereka selesai acara langsung pulang ke rumah atau berpindah di area selain masjid.

Kemana sekarang remaja masjid? Hari ini di beberapa tempat ada papan Ikatan Remaja Masjid, akan tetapi remaja atau anak mudanya lebih banyak mencari tempat santai di Cafe atau tempat lainnya. Mereka saat ini sudah jauh dari masjid, karena memang dari sejak kecil kurang mendapatkan pendidikan untuk cinta masjid atau minimal diajak orang tuanya jamaah sholat wajib di masjid.

Oleh karena itu sesungguhnya program Masjid Ramah Anak ( MRA) sangat strategis untuk membangkitkan kembali rasa cinta masjid dengan menjadi masjid menjadi tempat yang menyenangkan untuk anak anak. Tentu makna menyenangkan tidak diartikan sebagai hiburan akan tetapi masjid sebagai tempat yang nyaman dan senang untuk anak anak.

Kehadiran pemerintah dengan regulasi Program MRA menjadi landasan yang kuat untuk mengkampanyekan masjid ramah anak di masjid kota dan kampung. Meski secara sosiologis antara kota dan kampung berbeda, namun kehadiran MRA membangun kesadaran bersama untuk menjadikan anak anak cinta kepada masjid.

PD Perhimpunan Remaja Masjid ( PRIMA) DMI memiliki amanah struktural untuk bersama mewujudkan masjid ramah anak. Oleh karena itu ditangan PD PRIMA DMI implementasi MRA bisa dijalankan dengan menggandeng beberapa steakholder di daerah setempat termasuk dengan pemerintah daerah yang memiliki kepentingan mewujudkan Kabupaten layak anak.

Menghidupkan remaja masjid dengan melalui PD PRIMA DMI akan menjadi langkah nyata untuk mengembalikan remaja kita ke masjid dan cinta kepada masjid. Potensi pemuda dilingkungan masjid kita gerakan bersama, termasuk umur mewujudkan Masjid Ramah Anak.

Brebes, 23 Agustus 2026
Penulis adalah Sekretaris PD DMI Kab Brebes

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kebekuan Jiwa Agama

30 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Momentum Sumpah Pemuda: Jangan Hanya Jadi Angka, Jaga Konstitusi

28 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Opini Akademik: “Jalan Hotel Vista Batam Terus Bergelombang: Jangan Hanya Memperbaiki Aspal, Selamatkan Fondasi Tanahnya!”

28 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Sumpah Pemuda dari Mata Perempuan: Merawat Indonesia Melalui Keberanian dan Kepedulian

28 Oktober 2026 - 13:36 WIB

DPP GEMA SILAMPARI Desak Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Proyek Infrastruktur Di Kota Lubuklinggau.

27 Oktober 2026 - 20:30 WIB

Trending di Opini