MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Nasional

Setelah Peresmian Lima Kodam Baru, Berlanjut Pelantikan Pangdam di Monas

badge-check


					Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/8/2026). Perbesar

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/8/2026).

Maklumatkepri.com. Jakarta-TNI AD bakal memiliki Lima Kodam per 5 Oktober 2026. Peresmian lima Kodam baru tersebut akan dilakukan oleh Presiden RI pada peringatan HUT ke-81 TNI di Monas, Jakarta Pusat. Informasi yang didapatkan Republika, setelah peresmian sejumlah satuan baru termasuk Kodam, RI 1 juga bakal melantik lima Pangdam baru.

Adapun Kodam baru tersebut terbentuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku Utara (Malut), dan Papua Tengah (Papteng), masih belum diketahui. TNI AD berencana mendirikan 38 Kodam se-Indonesia dari 21 Kodam yang sudah berdiri hingga 2026.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menjelaskan, tugas Kodam baru sama seperti Kodam eksisting yang sudah berdiri di 21 provinsi. Kodam baru bakal bertaggung jawab menjalankan kegiatan teritorial seperti menjaga keamanan warga hingga pendataan serta pengerjaan fasilitas umum yang rusak.

“Tetapi jika kondisi darurat, kodam ini lah nanti yang memimpin untuk melakukan perlawanan terhadap musuh. Itu dibilangnya perlawanan rakyat semesta,” ujar Maruli di Monas, Sabtu.

Dia mencontohkan, Kodam di Papteng bakal bertanggung jawab menangani konflik dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Maruli menyebut, masalah OPM memang menjadi kewenangan Satgas TNI Habema. Meski begitu, Kodam Tapteng ikut bertugas menjaga teritorial.

“Kalau untuk OPM ini satgas yang mengurus. Setelah mereka memastikan sebuah daerah berhasil dikuasai dan aman, barulah kodam masuk ke situ untuk kegiatan teritorial,” ucap Maruli. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

30 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Logo HUT IPA ke-73 Resmi Diluncurkan, Usung Tema “Meneguhkan Cita Mulia Pelajar Al Washliyah untuk Kemajuan Bangsa”

30 Oktober 2026 - 12:47 WIB

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Setelah Ramai Jadi Sorotan Publik, Dua Putra Gus Irfan Tinggalkan Jabatan Tenaga Ahli Kemenhaj

27 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Trending di Nasional