MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Jawa Barat

Dinkes Karawang Diminta Beri sangsi terhadap R.S Permata Keluarga Kasus Dugaan Kelalaian Pelayanan Anak

badge-check


					Dinkes Karawang Diminta Beri sangsi terhadap R.S Permata Keluarga Kasus Dugaan Kelalaian Pelayanan Anak Perbesar

Maklumatkepri.com. Karawang-Keluarga seorang pasien anak meminta kejelasan tindak lanjut atas upaya mediasi yang telah dilakukan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang terkait dugaan kelalaian pelayanan di RS Permata Keluarga.

Menurut keterangan keluarga, dua kali pertemuan mediasi telah dilakukan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang. Selain itu, terdapat satu kali pertemuan dengan pihak rumah sakit.

Namun, keluarga menyatakan bahwa ketiga pertemuan tersebut belum menghasilkan penyelesaian yang disepakati.

Persoalan ini bermula dari pengalaman anak keluarga tersebut ketika menjalani pemeriksaan pada 29 Juli 2026. Dalam proses persiapan rawat inap, pemasangan infus diduga mengalami lima kali kegagalan sehingga anak mengalami kesakitan dan akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan rawat inap.

Pada September 2026, anak juga menjalani asesmen psikologis. Keterangan pemeriksa menyebutkan bahwa pengalaman tersebut tampaknya dapat menjadi salah satu stresor yang berdampak terhadap persepsi anak mengenai pengobatan di rumah sakit.

Advokat Romadhoni, S.Sy., CPM., CPS., yang mendampingi keluarga, meminta agar persoalan ini mendapat perhatian dan tindak lanjut sesuai kewenangan Dinas Kesehatan.

“Kami berharap ada kejelasan mengenai hasil pertemuan, evaluasi yang telah dilakukan, dan langkah pembinaan yang dapat ditempuh. Tujuan kami adalah memperoleh penyelesaian yang bertanggung jawab serta memastikan keselamatan pasien,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa pihak keluarga sedang mempertimbangkan langkah hukum berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, evaluasi terhadap standar pelayanan dan kemungkinan pelanggaran profesi perlu dilakukan melalui mekanisme yang berwenang dengan mempertimbangkan bukti serta keterangan dari seluruh pihak. (8/akm)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi

28 Oktober 2026 - 21:31 WIB

PA GMNI Jabar Siap Jadi Mitra Strategis & Kritis Pemerintah

26 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Bukan Sekadar Persoalan Satu Pasien, Kasus Infus Balita di Karawang Jadi Momentum Pembenahan Pelayanan Kesehatan

2 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Perlindungan Pasien Anak Jadi Sorotan, Keluarga Pertanyakan Prosedur Pemasangan Infus di RS Permata Keluarga

2 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dugaan Kelalaian Pelayanan Medis, Advokat Romadhoni Kaji Laporan Pidana dan Gugatan Perdata terhadap Rumah Sakit

2 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Trending di Jawa Barat