PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Nasional

Yunarto Soroti Perubahan Era Prabowo, Anggaran Infrastruktur Berbeda dari Zaman Jokowi

badge-check


					Yunarto Soroti Perubahan Era Prabowo, Anggaran Infrastruktur Berbeda dari Zaman Jokowi Perbesar

Maklumatkepri.com. Jakarta-Arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dinilai memperlihatkan perubahan yang lebih besar daripada yang mungkin terjadi jika Anies Baswedan memenangkan Pilpres sebelumnya.

Penilaian ini disampaikan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, dengan menyoroti pergeseran prioritas belanja negara.

Yunarto menilai, anggapan bahwa pemerintahan Prabowo akan melanjutkan kebijakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak sepenuhnya sesuai dengan arah kebijakan yang berjalan saat ini.

Dalam pernyataannya pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Yunarto bahkan membandingkan perubahan pada era Prabowo dengan agenda perubahan yang dahulu diusung Anies selama kampanye Pilpres.

“Perubahan dalam pemerintahan Prabowo bahkan berpotensi melampaui apa yang mungkin dilakukan Anies,” ujar Yunarto.

Menurut dia, perbedaan arah pemerintahan dapat dilihat dari cara negara menentukan prioritas penggunaan anggaran.

Salah satu indikatornya ialah berkurangnya alokasi untuk infrastruktur dibandingkan periode terakhir pemerintahan Jokowi.

Pada saat yang sama, pemerintahan Prabowo mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sejumlah agenda populis lainnya yang membutuhkan dukungan anggaran besar.

Yunarto menilai pilihan tersebut memperlihatkan karakter kebijakan Prabowo sekaligus membawa konsekuensi terhadap pembiayaan program pemerintah.

“Anggaran infrastruktur berkurang dibandingkan era terakhir Jokowi. Demi menjalankan MBG dan program populis lainnya, pemerintah sampai memangkas transfer daerah dan anggaran desa,” kata Yunarto.

Pergeseran prioritas itu menjadi perhatian karena anggaran pemerintah berkaitan langsung dengan ruang fiskal daerah.

Ketika transfer dari pusat mengalami pengurangan, pemerintah daerah berpotensi menghadapi tantangan dalam menyesuaikan pembiayaan program dan kebutuhan pembangunan.

Yunarto juga menyinggung keterkejutan yang muncul di kalangan kepala daerah dan pelaku pasar terhadap perubahan tersebut.

Ia menghubungkan dinamika kebijakan dengan perkembangan kepuasan publik pada bulan-bulan awal pemerintahan Prabowo, tanpa merinci angka survei dalam pernyataannya.

Yunarto, perubahan arah pemerintahan tersebut tidak berarti Prabowo meninggalkan pemikiran politiknya sendiri.

Sebaliknya, ia menilai kebijakan yang ditempuh saat ini justru sejalan dengan gagasan Prabowo yang pernah dituangkan dalam buku Paradoks Indonesia.

Ia menilai kekeliruan justru terletak pada anggapan bahwa Prabowo akan sepenuhnya mempertahankan pola pemerintahan Jokowi.

“Prabowo konsisten dengan pemikirannya. Yang keliru adalah membayangkan dia akan menjadi pemimpin yang meneruskan pola Jokowi,” pungkas Yunarto.

Pernyataan tersebut menempatkan anggaran negara sebagai salah satu tolok ukur penting untuk membaca arah pemerintahan Prabowo.

Besarnya alokasi bagi program prioritas dan perubahan pembiayaan infrastruktur maupun daerah menjadi aspek yang perlu dicermati dalam menilai konsekuensi kebijakan pemerintah. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo

31 Oktober 2026 - 00:44 WIB

MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

30 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Logo HUT IPA ke-73 Resmi Diluncurkan, Usung Tema “Meneguhkan Cita Mulia Pelajar Al Washliyah untuk Kemajuan Bangsa”

30 Oktober 2026 - 12:47 WIB

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Trending di Nasional