Menu

Mode Gelap
Generasi Merdeka Hadir di Tengah Warga Cilegon,Erupsi Anak Gunung Krakatau Bagikan Masker dan Nasi Kotak, Hadir Jumat Berkah SIAK: DARI TAKHTA YANG TERUSIR HINGGA CAHAYA SEJARAH DI PESISIR RIAU MINYAK MENGALIR, SAWIT MENGHIJAU, JANGAN BIARKAN PSPS RISAU Buka Mubes PK NTT Batam, Amsakar Tekankan Keberagaman Harus Jadi Kekuatan Komisaris PT Pertamina Arun Gas (PAG) Dukung PKRM PRIMA DMI Langsa 2026. Wanda Assyura: remaja masjid harus diberi ruang untuk berkreasi. Amsakar: GMPP Harus Jadi Jembatan Masyarakat Pesisir dan Pemerintah

News

Haedar Menyebut Genosida Zionis Israel dan Sekutu Telah Meruntuhkan Peradaban Modern Barat

badge-check


					Haedar Menyebut Genosida Zionis Israel dan Sekutu Telah Meruntuhkan Peradaban Modern Barat Perbesar

MaklumatKepri.com, Bandung-Dunia sedang tidak baik-baik saja, Haedar Nashir menyoroti kebengisan genosida oleh Zionis Israel dan sekutu yang tak bisa dicegah tatanan dunia global telah meruntuhkan peradaban modern Barat.

Genosida yang dilakukan Zionis Israel kepada bangsa Palestina, termasuk yang akhir-akhir ini terjadi di Iran menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini tatanan dunia modern yang pro kemanusiaan luluh lantah.

Semangat pro kemanusiaan yang ditunjukkan manusia modern, kata Haedar, melahirkan humanisme sekuler yang serba orientasi kepada manusia, sendi-sendinya telah lumpuh akibat perang yang masih berlangsung.

“Segala paradigma modern terus dibangun seakan-akan tidak pernah dan tidak akan pernah dirobek oleh peristiwa yang sama. Tetapi apa yang terjadi, bahwa sejak satu dekade ini sejak 1948, dan dalam kurun yang terakhir ini paradigma yang pro humanisme itu nyaris gagal,” kata Haedar pada Ahad (8/3) malam di Masjid Salman ITB dalam acara Salat dan Ceramah Tarawih.

Situasi yang begitu nahas ini tak bisa dihentikan oleh tata hukum dan moral persekutuan dunia global. Haedar menyebut tata hukum dan moral internasional lumpuh sebab tak mampu menghentikan hasrat menghancurkan kedaulatan negara.

Dengan tegas Haedar menyebut berbagai perang yang terjadi merupakan model neo-kolonialisme abad kini. Maka dia mengajak seluruh umat Islam untuk bersatu, berdaulat dan mandiri dalam situasi yang serba tak menentu ini.

“Dunia muslim yang berbasis iman ini tentu harus bersaudara, dan ketika ada banyak hal yang membuat mereka bertengkar semestinya mereka islah atau berdamai. Agar mereka memperoleh rahmat Tuhan,” ungkapnya.

Meski pesan teologis tentang persatuan dunia Islam sudah disebutkan dalam Surat Hujurat ayat 10, namun Haedar melihat pesan itu sulit direalisasikan. Sebab kehidupan berbangsa dan bernegara tidak hitam putih, namun begitu kompleks.

“Banyak sekali lalu lintas kepentingan. Jangankan di level negara, di level ummah, di kelompok ummah saja betapa tak mudahnya merawat kemandirian, persatuan, dan orientasi bersama untuk membangun peradaban Islam,” tuturnya.

Padahal dengan kosmopolitanisme Islam, kata Haedar, menjadikan Islam sebagai agama pencerahan, serta menyatukan dan memajukan peradaban dunia dan kehidupan kemanusiaan secara global antara tahun 700 sampai 1200 masehi.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sekolah Owner: Strategi Pengusaha Muda Tatap Peluang Ekonomi Global

12 September 2026 - 09:59 WIB

PII Wati Rayakan Hari Lahir ke-62, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri

11 September 2026 - 17:45 WIB

PII Wati Luncurkan Rumah Aman Sahabat, Hadirkan Ruang Perlindungan bagi Perempuan dan Anak

11 September 2026 - 16:55 WIB

Rapimnas PII 2026 Digelar di Jakarta, Amsal Tegaskan Penguatan Pendidikan dan Kewirausahaan Pelajar

11 September 2026 - 16:52 WIB

Pemko Batam-APINDO Perkuat Serapan Tenaga Kerja Lokal, 30 Perusahaan Berkomitmen

11 September 2026 - 16:43 WIB

Trending di Batam