MaklumatKepri.Com, Karimun-Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun menjamin seluruh pemudik akan terakomodir, bahkan jika tiket reguler sudah ludes terjual.
Pihak otoritas telah menyiapkan skema mitigasi berupa penambahan perjalanan (extra trip) di hari yang sama untuk memastikan tidak ada penumpang yang telantar di pelabuhan.
Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Capt Supendi, mengungkapkan bahwa skema ini berkaca pada kejadian baru-baru ini. Sempat terjadi penumpukan calon pemudik tujuan Tanjung Samak dan Selat Panjang yang tidak mendapatkan tiket karena lonjakan penumpang yang signifikan.
“Kemarin ada sekitar 150 orang yang belum terangkut. Mitigasi yang kami lakukan adalah penambahan trip. Kami berangkatkan dua unit speedboat tambahan sehingga semua penumpang selesai terangkut hari itu juga,” ujar Supendi, Senin, 16 Maret 2026.
Supendi mengimbau masyarakat untuk tidak panik atau khawatir berlebihan. Fokus utama KSOP tahun ini adalah menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang hingga sampai ke kampung halaman masing-masing.
“Kalau tiket sudah habis, tidak perlu risau. Jika ada yang tidak tertampung di jadwal reguler, kita siapkan extra trip. Prinsipnya, diselesaikan hari itu juga, berangkat hari itu juga,” tegasnya.
Puncak arus mudik lebaran tahun ini diprediksi jatuh pada 18–19 Maret 2026. Volume penumpang diperkirakan akan naik sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu.
Untuk mengawal kelancaran arus mudik, KSOP Karimun telah menyiagakan armada tempur laut yang cukup masif berupa 55 Unit Kapal Ferry, 88 Unit Speedboat, 1 Unit Kapal Pelni (KM Kelud) dan Armada Kapal Ro-Ro.
Seluruh armada tersebut dipastikan telah melewati pemeriksaan kelayakan dan dinyatakan laik laut.











