Menu

Mode Gelap
BP Batam Pastikan Perbaikan Jalan Gajah Mada Hadirkan Jalan yang Lebih Berkualitas dan Nyaman, Pengguna Jalan Dihimbau Senantiasa Berhati-hati Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen, Ciptakan 40.943 Lapangan Kerja Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur Kepala Kantor Imigrasi Belakang Padang Hadiri Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam

News

LAM Kepri Ingatkan Amanah Mufakat 12: Monumen Bahasa Kepatutan Segera Dibangun

badge-check


					LAM Kepri Ingatkan Amanah Mufakat 12: Monumen Bahasa Kepatutan Segera Dibangun Perbesar

MaklumatKepri.Com, Tanjungpinang-Rencana pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat kembali menjadi perhatian. Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau (LAM Kepri) menegaskan bahwa pembangunan monumen tersebut merupakan bagian dari amanah kesepakatan Mufakat 12 antara pemerintah daerah di wilayah Melayu.

Kesepakatan tersebut sebelumnya ditandatangani oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Riau, bersama LAM Kepri dan LAM Riau. Oleh karena itu, pembangunan monumen dinilai penting sebagai bentuk realisasi komitmen bersama yang telah disepakati.

Ketua I LAM Kepri, Atmadinata, menyampaikan bahwa pihaknya telah dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan Monumen Bahasa tersebut. Ia menegaskan LAM Kepri mendukung penuh gagasan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

“Pengurus LAM bersetuju dengan rencana Pemprov Kepri tersebut. Karena menyangkut kebesaran, kemajuan peradaban, dan tamadun Melayu masa lalu,” ujar Atmadinata, dilansir dari laman Batampos, Senin 16 Maret 2026.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara historis Bahasa Indonesia tidak dapat dipisahkan dari akar Bahasa Melayu yang telah digunakan sebagai bahasa komunikasi di kawasan Nusantara sejak berabad-abad lalu.

Menurutnya, momentum penting terjadi pada Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Saat itu, para pemuda dari berbagai daerah sepakat menjadikan bahasa tersebut sebagai Bahasa Indonesia yang dijunjung sebagai bahasa persatuan bangsa.

Selain itu, Atmadinata juga menyoroti perkembangan Bahasa Melayu yang tumbuh di wilayah Kepulauan Riau. Bahasa Melayu di daerah ini berkembang menjadi Bahasa Melayu Tinggi yang dibina oleh para pujangga, penyair, serta sastrawan pada masa lampau.

Salah satu tokoh besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan Bahasa Melayu Tinggi adalah Raja Ali Haji, seorang ulama dan sastrawan terkemuka dari Kepulauan Riau.

Pada masa Kesultanan Riau-Lingga, Pulau Penyengat menjadi pusat lahirnya berbagai karya penting. Beragam karya sastra, sejarah, hukum, agama, hingga administrasi pemerintahan ditulis dan diterbitkan menggunakan Bahasa Melayu Tinggi.

“Jadi wajarlah Pulau Penyengat dijadikan sebagai tempat tegaknya Tugu Bahasa Nasional itu,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa pemilihan Pulau Penyengat sebagai lokasi Monumen Bahasa sangat sejalan dengan amanah dalam kesepakatan Mufakat 12 yang telah ditandatangani beberapa tahun lalu oleh pemerintah daerah serta lembaga adat Melayu.

Selain menjadi simbol sejarah, LAM Kepri berharap monumen tersebut dapat berfungsi lebih luas. Monumen Bahasa diharapkan tidak hanya menjadi tugu peringatan semata, tetapi juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda.

Menurut Atmadinata, monumen tersebut nantinya dapat menjadi ruang pembelajaran, penelitian. Sekaligus tempat lahirnya karya-karya baru yang terinspirasi dari kejayaan peradaban Melayu.

“Terutama sebagai sarana edukatif, tempat belajar, meneliti dan tempat melahirkan karya-karya kekinian dengan inspirasi masa lalu untuk kejayaan dan kebesaran peradaban Melayu di masa depan,” katanya.

LAM Kepri juga berharap pembangunan monumen tersebut dapat rampung sebelum peringatan satu abad Sumpah Pemuda. Dengan demikian, perayaan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2028 dapat digelar secara nasional di kawasan Monumen Bahasa Pulau Penyengat.

Sebelumnya Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menyatakan optimisme bahwa proyek monumental tersebut akan mulai dibangun pada Juni 2026.

“Kalau lelang ini sudah selesai, kemungkinan pada bulan Juni 2026 akan dibangun,” kata Ansar, Senin 23 Februari 2026 lalu.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur

28 Juli 2026 - 21:39 WIB

Harlah ke-62 PII Wati, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri

26 Juli 2026 - 22:36 WIB

Pemprov Kepri Bangun 2 SMK Baru di Kota Batam, Gubernur Ansar Lakukan Peletakan Batu Pertama

13 Juli 2026 - 16:23 WIB

Perwakilan Putra-Putri Terbaik Kepri Siap Harumkan Daerah di Paskibraka Nasional 2026

13 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pemprov Kepri Gelar Nobar Bola Gembira Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat, Perkuat Kebersamaan dan Gerakkan Ekonomi Lokal

12 Juli 2026 - 20:03 WIB

Trending di Kepri