H-1 Porprov VI Kepri, Tanjungpinang Matangkan Persiapan Rangkaian Kegiatan Tingkatkan Kualitas Pembina, Kwarcab Pramuka Tanjungpinang Gelar Kursus Pengelola Dewan Kerja PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba

News

Menhan ke Batam, Pastikan Proyek Alutsista dan Penguatan Industri Nasional

badge-check


					Menhan ke Batam, Pastikan Proyek Alutsista dan Penguatan Industri Nasional Perbesar

MaklumatKepri.Com. Batam-Kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin ke Batam menunjukkan arah baru kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri pertahanan dalam negeri. Kawasan ini mulai diposisikan sebagai simpul strategis pengembangan galangan kapal nasional, seiring meningkatnya kebutuhan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista).

Dalam kunjungan tersebut, Sjafrie meninjau dua galangan utama, yakni PT Palindo Marine Shipyard dan PT Batamec. Selama ini, kedua perusahaan tersebut berperan dalam pembangunan serta peremajaan kapal militer, sekaligus mencerminkan kapasitas industri domestik dalam mengerjakan proyek strategis.

Pemerintah menilai Batam tidak lagi sekadar menjadi lokasi produksi, melainkan telah berkembang menjadi basis industri yang dipercaya menangani proyek berteknologi lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan meningkatnya keterlibatan galangan kapal nasional dalam program penguatan armada laut.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan, proyek di Batam diarahkan untuk membangun ekosistem industri yang berkelanjutan.

“Tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional militer, tetapi juga memperkuat kemandirian melalui pengembangan rantai pasok dalam negeri,” kata Brigjen TNI Rico di sela-sela kunjungan Menhan di Batam, Selasa (17/3/2026).

Di PT Palindo Marine Shipyard, peremajaan kapal patroli cepat tipe FPB-57 dilaporkan menunjukkan kemajuan. Selain itu, galangan tersebut juga mengerjakan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 serta kapal serang ringan.

Pemerintah juga membuka peluang kerja sama internasional, termasuk pembangunan kapal bantu oseanografi yang disertai program alih teknologi.

Sementara itu, di PT Batamec, pembangunan kapal patroli lepas pantai atau OPV-3 dengan sistem modern menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan wilayah maritim. Kebutuhan ini dinilai semakin mendesak seiring dinamika keamanan laut.

Rangkaian proyek tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pertahanan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi. Selain membuka lapangan kerja, proyek ini berpotensi meningkatkan kapasitas dan daya saing industri galangan kapal nasional.

Setelah melakukan kunjungan kerja di Kota Batam, pada Pukul 18.40 WIB, Menhan Sjafrie dan rombongan langsung menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam untuk kembali ke Jakarta.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo

31 Oktober 2026 - 00:44 WIB

MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

30 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Logo HUT IPA ke-73 Resmi Diluncurkan, Usung Tema “Meneguhkan Cita Mulia Pelajar Al Washliyah untuk Kemajuan Bangsa”

30 Oktober 2026 - 12:47 WIB

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Trending di Nasional