Menu

Mode Gelap
Menteri P2MI Tinjau BP3MI Kepri, Pastikan Pelayanan Prima dan Humanis bagi Pekerja Migran Pemko Batam Apresiasi Goro Masyarakat Secara Masif, Dilarang Melakukan Pembakaran Terhadap Tumpukan Material Rustam: Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan Penyakit Tular Vektor di Tanjungpinang Wawako Raja Ariza: Kolaborasi Lintas Sektor, Perkuat Pelindungan dan Kompetensi Pekerja Migran Pemilihan Ketua RT 05 RW 02 Kampung Tirto Mulyo Pinang Kencana Sukses Digelar Ikuti Rakor Kemendagri, Pemko Tanjungpinang Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi Daerah

News

Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026

badge-check


					Ilustrasi logo Muhammadiyah Perbesar

Ilustrasi logo Muhammadiyah

MaklumatKepri.Com. Jakarata-Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menetapkan awal bulan Syawal 1447 H. Berdasarkan perhitungan kalender terbaru, umat Islam warga Muhammadiyah akan merayakan Idulfitri pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.

Penetapan ini bukan tanpa alasan. Dalam website resminya, Muhammadiyah menjelaskan, hal ini merujuk pada hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah mengenai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Berbeda dengan metode sebelumnya, KHGT memandang bumi sebagai satu kesatuan. Artinya, jika syarat astronomis terpenuhi di satu titik di bumi, maka awal bulan berlaku serentak di seluruh dunia.

Mengenal Kriteria KHGT: Satu Bumi, Satu Kalender

Sistem KHGT dirancang untuk menyatukan penentuan awal bulan Islam secara internasional. Dengan pendekatan ini, awal bulan tidak lagi dibatasi oleh sekat wilayah negara atau penampakan lokal (rukyat lokal).

Ada tiga kriteria utama yang menjadi acuan dalam sistem ini:

Satu Matlak: Seluruh dunia dianggap sebagai satu kesatuan sehingga bulan baru dimulai bersamaan.

Parameter Elongasi & Tinggi Hilal: Bulan baru dimulai jika sebelum pukul 24.00 UTC, di mana pun di dunia, telah terpenuhi elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat saat matahari terbenam.

Syarat Tambahan: Jika kriteria baru terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, bulan baru tetap dimulai dengan syarat parameter terjadi di daratan Benua Amerika dan ijtimak berlangsung sebelum fajar di Selandia Baru.

Analisis Data Astronomis Syawal 1447 H

Berdasarkan data perhitungan tim Tarjih, parameter untuk bulan Syawal tahun ini telah terpenuhi sepenuhnya. Ijtimak dilaporkan terjadi pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 01:23:28 UTC.

Posisi bulan setelah ijtimak terus bergerak menjauhi matahari hingga mencapai titik visibilitas yang disyaratkan. Lokasi pertama yang memenuhi kriteria ini berada di koordinat 64° 59′ 57.47″ LU, 42° 3′ 3.47″ BT.

Di lokasi tersebut, saat matahari terbenam pukul 15:24:03 UTC, tinggi bulan sudah mencapai 6,49 derajat dengan elongasi 8 derajat.

Kondisi Hilal di Makkah dan Selandia Baru

Data pendukung juga terlihat kuat di wilayah lain. Di Makkah, Arab Saudi, pada 19 Maret 2026, matahari terbenam pukul 15:34:04 UTC.

“Pada saat itu tinggi bulan geosentrik mencapai +06° 09′ 09″ dan elongasi geosentrik 08° 05′ 24″. Nilai ini melampaui batas minimal yang ditetapkan dalam kriteria kalender global,” tulis keterangan tersebut.

Sementara itu, waktu fajar di Selandia Baru tercatat pukul 16:50:02 UTC. Seluruh data ini memastikan bahwa parameter KHGT telah terpenuhi sebelum batas waktu yang ditentukan.

“Dengan terpenuhinya parameter elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat sebelum pukul 24.00 UTC di beberapa wilayah dunia, maka awal bulan Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M,” terangnya.

Penetapan ini menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam menggunakan sistem kalender global yang menyatukan umat Islam di seluruh dunia dalam satu sistem penanggalan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri P2MI Tinjau BP3MI Kepri, Pastikan Pelayanan Prima dan Humanis bagi Pekerja Migran

9 Juni 2026 - 00:44 WIB

Hulubalang Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau 2026-2031 Dikukuhkan

8 Juni 2026 - 13:53 WIB

Raja Ali Haji di Taman Magtymgyly Pyragy, di Antara Pahlawan Literatur, Penyair dan Pemikir Dunia

4 Juni 2026 - 14:12 WIB

Aktivis PMII Apresiasi Langkah Prabowo Bersih-Bersih BGN, Soroti Dugaan KKN di Balik Penahanan Eks Pimpinan

3 Juni 2026 - 21:05 WIB

Gubernur Ansar Ahmad Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI, Berkontribusi Nyata di Bidang Kelautan dan Perikanan

1 Juni 2026 - 18:11 WIB

Trending di Kepri