PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

News

Bamsoet Kutuk Keras Serangan di Lebanon Tewaskan Tiga Prajurit TNI

badge-check


					Bamsoet Kutuk Keras Serangan di Lebanon Tewaskan Tiga Prajurit TNI Perbesar

MaklumatKepri.com, Jakarta-Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI), Bambang Soesatyo, mengutuk keras insiden serangan dua hari berturut-turut di Lebanon selatan yang menewaskan tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB. Peristiwa tragis ini menambah daftar panjang korban dalam konflik yang terus memanas di kawasan tersebut, sekaligus menjadi peringatan serius bagi perlindungan pasukan penjaga perdamaian internasional.

“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Dunia tidak boleh diam melihat prajurit yang membawa misi kemanusiaan justru menjadi korban konflik bersenjata, Saya mengutuk keras setiap bentuk kekerasan terhadap pasukan penjaga perdamaian,” tegas Bamsoet di Jakarta, Selasa (31/3/26).

Ketua DPR RI ke-20 sekaligus dosen Pascasarjana Universitas Pertahanan (UNHAN), Universitas Borobudur dan Universitas Jayabaya ini menjelaskan, insiden gugurnya tiga prajurit TNI terjadi dalam dua peristiwa terpisah dalam kurun waktu 24 jam. Berdasarkan laporan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), dua prajurit TNI tewas akibat ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka di wilayah Bani Hayyan, Lebanon selatan. Sementara satu prajurit lainnya gugur sehari sebelumnya akibat serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar. Selain korban jiwa, dua personel lainnya mengalami luka, satu di antaranya dalam kondisi serius.

“Keberadaan pasukan perdamaian seharusnya dilindungi oleh semua pihak. Ketika mereka menjadi target, maka itu mencerminkan kegagalan kolektif dalam menjaga komitmen terhadap perdamaian dunia,” ujar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. PBB sendiri telah menyatakan bahwa tindakan semacam itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang, mengingat mandat pasukan UNIFIL adalah menjaga stabilitas dan mencegah eskalasi konflik di sepanjang perbatasan Lebanon–Israel.

“Menyerang pasukan perdamaian sama saja merusak fondasi perdamaian dunia. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi bentuk nyata pengingkaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini memaparkan, konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah kembali meningkat sejak awal Maret 2026, memicu intensitas serangan di wilayah Lebanon selatan. Dalam situasi tersebut, pasukan UNIFIL, termasuk kontingen Indonesia, berada di garis depan untuk menjaga gencatan senjata dan melindungi warga sipil. Namun, meningkatnya eskalasi membuat posisi mereka semakin rentan terhadap serangan tidak terduga.

“Indonesia harus mendorong investigasi internasional yang transparan dan menyeluruh atas insiden ini. Pelaku harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum internasional,” tandas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran ini menambahkan, Indonesia sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian PBB, memiliki reputasi panjang dalam misi kemanusiaan dunia. Ribuan prajurit TNI telah bertugas di berbagai wilayah konflik, mulai dari Lebanon, Kongo, hingga Sudan, dengan membawa misi menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat sipil.

“Pengorbanan para prajurit TNI ini tidak boleh sia-sia. Negara harus hadir memberikan penghormatan terbaik, sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh personel yang masih bertugas di daerah konflik,” pungkas Bamsoet. (IMJ)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo

31 Oktober 2026 - 00:44 WIB

MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

30 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Logo HUT IPA ke-73 Resmi Diluncurkan, Usung Tema “Meneguhkan Cita Mulia Pelajar Al Washliyah untuk Kemajuan Bangsa”

30 Oktober 2026 - 12:47 WIB

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Trending di Nasional