Menu

Mode Gelap
PP FORKOMNAS KPI dan KPI Pusat Siap Berkolaborasi Gelar Sekolah Jurnalis Tingkat Nasional serta Program Magang Nasional Pemko Tanjungpinang Matangkan Persiapan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah AI Diperkenalkan ke UMKM Tanjungpinang, Produk Lokal Disiapkan Masuk Pasar Nasional Gerakan Tanam Buah Produktif, Wawako Raja Ariza dan Anggota DPD RI Ajeng Serahkan Bantuan Bibit Tanaman Rakor Implementasi Penataan OPD, Pemko Tanjungpinang Matangkan Kesiapan Transisi Organisasi Wali Kota Lis: Inovasi KKN UGM, Air Wudhu dan Grey Water Diolah Jadi Irigasi Tetes

Batam

Jalan Tengku Sulung Sampai Saat Ini Belum Terlihat Adanya Aktifitas Pelebaran, Lapak PKL Kembali Menjamur

badge-check


					Jalan Tengku Sulung Sampai Saat Ini Belum Terlihat Adanya Aktifitas Pelebaran, Lapak PKL Kembali Menjamur

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Tengku Sulung Batam kota, Minggu (1/2). Pemerintah berencana akan melakukan pelabaran jalan tersebut.

Batam-Memasuki pertengahan April 2026, rencana pelebaran Jalan Tengku Sulung di Kecamatan Batamkota belum juga menunjukkan tanda-tanda pengerjaan. Hal ini memicu pertanyaan warga, mengingat jalan tersebut masih terlihat semrawut dan kerap dilanda kemacetan.
Pantauan di lapangan, belum tampak aktivitas proyek maupun persiapan pengerjaan. Di sisi lain, sepanjang ruas jalan justru kembali dipadati lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berjejer di bahu jalan.
Diki, salah satu warga yang setiap hari melintas di kawasan itu, mengaku heran dengan belum dimulainya proyek pelebaran yang sebelumnya dijanjikan pemerintah pada tahun ini.
“Katanya 2026 mulai dikerjakan, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda. Jalan masih semrawut, malah PKL makin banyak,” ujarnya.
Menurut Diki, kondisi Jalan Tengku Sulung saat ini semakin padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Bahkan, ia kerap menghindari jalur tersebut karena kemacetan yang cukup parah.
“Kalau pagi hari, saya lebih pilih lewat jalan besar. Di sini sering macet, apalagi jam berangkat kerja,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Erina, warga Batamkota lainnya. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan pelebaran jalan tersebut, mengingat akses itu merupakan jalur penting bagi masyarakat.
“Jalan ini padat penduduk dan aktivitasnya tinggi. Memang sudah sangat butuh pelebaran,” katanya.
Selain macet, Erina juga menyoroti persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik saat hujan turun, meskipun hanya dalam waktu singkat.
“Kalau hujan sebentar saja, sudah ada genangan. Biasanya di depan Taras, sekitar Marbella, sampai Botania 1. Itu sering banjir,” jelasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam belum memberikan tanggapan terkait belum dimulainya proyek tersebut.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam memastikan pelebaran Jalan Tengku Sulung akan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Proyek tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kota Batam, Dohar, menyebutkan bahwa perencanaan teknis telah rampung pada 2025. Bahkan, pengerjaan fisik ditargetkan mulai pada Maret hingga April 2026.
Pada tahap awal, pelebaran difokuskan pada pembukaan jalur kedua dari arah Cikitsu menuju SMAN 3 Batam. Nantinya, jalan tersebut akan memiliki dua jalur dengan masing-masing dua lajur untuk mengurai kemacetan.
Namun hingga pertengahan April ini, realisasi di lapangan belum terlihat. Kondisi jalan yang tetap sempit, ditambah keberadaan PKL dan genangan air saat hujan, membuat warga semakin mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan proyek tersebut. Perbesar

Jalan Tengku Sulung Sampai Saat Ini Belum Terlihat Adanya Aktifitas Pelebaran, Lapak PKL Kembali Menjamur Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Tengku Sulung Batam kota, Minggu (1/2). Pemerintah berencana akan melakukan pelabaran jalan tersebut. Batam-Memasuki pertengahan April 2026, rencana pelebaran Jalan Tengku Sulung di Kecamatan Batamkota belum juga menunjukkan tanda-tanda pengerjaan. Hal ini memicu pertanyaan warga, mengingat jalan tersebut masih terlihat semrawut dan kerap dilanda kemacetan. Pantauan di lapangan, belum tampak aktivitas proyek maupun persiapan pengerjaan. Di sisi lain, sepanjang ruas jalan justru kembali dipadati lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berjejer di bahu jalan. Diki, salah satu warga yang setiap hari melintas di kawasan itu, mengaku heran dengan belum dimulainya proyek pelebaran yang sebelumnya dijanjikan pemerintah pada tahun ini. “Katanya 2026 mulai dikerjakan, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda. Jalan masih semrawut, malah PKL makin banyak,” ujarnya. Menurut Diki, kondisi Jalan Tengku Sulung saat ini semakin padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Bahkan, ia kerap menghindari jalur tersebut karena kemacetan yang cukup parah. “Kalau pagi hari, saya lebih pilih lewat jalan besar. Di sini sering macet, apalagi jam berangkat kerja,” tambahnya. Keluhan serupa juga disampaikan Erina, warga Batamkota lainnya. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan pelebaran jalan tersebut, mengingat akses itu merupakan jalur penting bagi masyarakat. “Jalan ini padat penduduk dan aktivitasnya tinggi. Memang sudah sangat butuh pelebaran,” katanya. Selain macet, Erina juga menyoroti persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik saat hujan turun, meskipun hanya dalam waktu singkat. “Kalau hujan sebentar saja, sudah ada genangan. Biasanya di depan Taras, sekitar Marbella, sampai Botania 1. Itu sering banjir,” jelasnya. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam belum memberikan tanggapan terkait belum dimulainya proyek tersebut. Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam memastikan pelebaran Jalan Tengku Sulung akan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Proyek tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap. Pelaksana tugas Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kota Batam, Dohar, menyebutkan bahwa perencanaan teknis telah rampung pada 2025. Bahkan, pengerjaan fisik ditargetkan mulai pada Maret hingga April 2026. Pada tahap awal, pelebaran difokuskan pada pembukaan jalur kedua dari arah Cikitsu menuju SMAN 3 Batam. Nantinya, jalan tersebut akan memiliki dua jalur dengan masing-masing dua lajur untuk mengurai kemacetan. Namun hingga pertengahan April ini, realisasi di lapangan belum terlihat. Kondisi jalan yang tetap sempit, ditambah keberadaan PKL dan genangan air saat hujan, membuat warga semakin mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan proyek tersebut.

MaklumatKepri.Com. Batam-Memasuki pertengahan April 2026, rencana pelebaran Jalan Tengku Sulung di Kecamatan Batamkota belum juga menunjukkan tanda-tanda pengerjaan. Hal ini memicu pertanyaan warga, mengingat jalan tersebut masih terlihat semrawut dan kerap dilanda kemacetan.

Pantauan di lapangan, belum tampak aktivitas proyek maupun persiapan pengerjaan. Di sisi lain, sepanjang ruas jalan justru kembali dipadati lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berjejer di bahu jalan.

Diki, salah satu warga yang setiap hari melintas di kawasan itu, mengaku heran dengan belum dimulainya proyek pelebaran yang sebelumnya dijanjikan pemerintah pada tahun ini.

“Katanya 2026 mulai dikerjakan, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda. Jalan masih semrawut, malah PKL makin banyak,” ujarnya.

Menurut Diki, kondisi Jalan Tengku Sulung saat ini semakin padat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Bahkan, ia kerap menghindari jalur tersebut karena kemacetan yang cukup parah.

“Kalau pagi hari, saya lebih pilih lewat jalan besar. Di sini sering macet, apalagi jam berangkat kerja,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Erina, warga Batamkota lainnya. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan pelebaran jalan tersebut, mengingat akses itu merupakan jalur penting bagi masyarakat.

“Jalan ini padat penduduk dan aktivitasnya tinggi. Memang sudah sangat butuh pelebaran,” katanya.

Selain macet, Erina juga menyoroti persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah titik saat hujan turun, meskipun hanya dalam waktu singkat.

“Kalau hujan sebentar saja, sudah ada genangan. Biasanya di depan Taras, sekitar Marbella, sampai Botania 1. Itu sering banjir,” jelasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam belum memberikan tanggapan terkait belum dimulainya proyek tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam memastikan pelebaran Jalan Tengku Sulung akan mulai dikerjakan pada tahun 2026. Proyek tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kota Batam, Dohar, menyebutkan bahwa perencanaan teknis telah rampung pada 2025. Bahkan, pengerjaan fisik ditargetkan mulai pada Maret hingga April 2026.

Pada tahap awal, pelebaran difokuskan pada pembukaan jalur kedua dari arah Cikitsu menuju SMAN 3 Batam. Nantinya, jalan tersebut akan memiliki dua jalur dengan masing-masing dua lajur untuk mengurai kemacetan.

Namun hingga pertengahan April ini, realisasi di lapangan belum terlihat. Kondisi jalan yang tetap sempit, ditambah keberadaan PKL dan genangan air saat hujan, membuat warga semakin mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan proyek tersebut.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pelantikan Pejabat Pemko Batam, Amsakar Tekankan Integritas dan Kinerja Melayani

5 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Panglima TNI Kunjungi Kepri, Amsakar Sambut di Batam Sebelum Bertolak ke Lingga

4 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Lantik Pengurus IPMB, Li Claudia Ajak Pendeta Jaga Kerukunan Umat Beragama

4 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Pemko Batam Perkuat Standar Pelayanan, Firmansyah: SOP Harus Permudah Masyarakat

4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Kejaksaan Turun ke Sei Beduk, Pipa Berstatus Tak Jelas Diduga Ganggu Proyek Drainase Bernilai Rp15 Miliar

3 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Trending di Batam