Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin

Batam

Demo Warga Tanjung Sengkuang Pecah, Wali Kota Batam Tak Temui Massa Aksi Air Bersih

badge-check

MaklumatKepri.com – Batam – Ratusan warga Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, menggelar aksi unjuk rasa damai pada Kamis, 22 Januari 2026.

Aksi ini dipicu oleh krisis air bersih yang hingga kini belum mendapat solusi nyata dari pemerintah. Merasa lelah dengan janji-janji yang tak kunjung terealisasi, warga kompak turun ke jalan untuk menyuarakan hak dasar mereka atas air bersih.

Massa aksi mendatangi sejumlah titik strategis, di antaranya Kantor Pemerintah Kota Batam, Gedung DPRD Kota Batam, BP Batam, hingga kantor pengelola air bersih ABH Batam.
Koordinator Penanggung Jawab Aksi, Syamsuddin, menyampaikan tiga tuntutan utama warga di depan Gedung Pemerintah Kota Batam. Namun sangat disayangkan, Wali Kota Batam tidak menemui massa aksi, bahkan tidak memberikan tanda tangan sebagai bentuk penerimaan atas tuntutan yang disampaikan warga.

Dalam orasinya, Syamsuddin menegaskan bahwa ketidakhadiran Wali Kota tidak menyurutkan semangat warga.
“Walaupun Wali Kota Batam tidak menandatangani tuntutan kami hari ini, kami anggap Pemerintah Kota Batam menyetujui tuntutan tersebut, karena Wali Kota tidak turun menemui warga,” ujarnya dengan nada tegas.

Hal senada disampaikan Haris, selaku Koordinator Aksi. Ia mengaku kecewa atas sikap Wali Kota Batam yang tidak mau menemui warganya sendiri saat aksi damai berlangsung.
“Kami sangat kecewa. Aksi damai ini dilindungi undang-undang. Kami menyampaikan aspirasi secara santun, bukan untuk membuat kerusuhan,” kata Haris.

Menurut Haris, seharusnya pemerintah membuka ruang dialog dengan masyarakat.
“Kalau memang mau mengajak diskusi, apa salahnya berdiskusi secara terbuka? Yang jelas, kami sangat kecewa,” tutupnya.

Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Warga berharap tuntutan mereka segera ditindaklanjuti dan krisis air bersih di Tanjung Sengkuang dapat diselesaikan secara serius dan transparan. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan

5 November 2026 - 16:52 WIB

Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan

5 November 2026 - 16:49 WIB

Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre

5 November 2026 - 16:42 WIB

Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad

5 November 2026 - 01:57 WIB

Penataan Reklame Batam Mengacu Masterplan, Tujuh Permohonan Disetujui

4 November 2026 - 21:15 WIB

Trending di Batam