MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Dunia

Supertanker Iran Lolos Blokade AS, Terpantau Berlayar di Perairan Indonesia

badge-check


					Kapal supertanker Iran dikabarkan berhasil lolos dari blokade maritim AS Perbesar

Kapal supertanker Iran dikabarkan berhasil lolos dari blokade maritim AS

Maklumatkepri.com. Teheran-Sebuah supertanker Iran yang membawa hampir 1,9 juta barel minyak mentah senilai sekitar USD220 juta dilaporkan berhasil menghindari upaya blokade Amerika Serikat dan saat ini berlayar di perairan Indonesia.


Menurut laporan TankerTrackers pada Minggu, 3 Mei 2026, kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC) tersebut teridentifikasi dengan nama HUGE (9357183).

Dikutip dari media Anadolu, kapal itu sebelumnya terpantau di lepas pantai Sri Lanka lebih dari sepekan lalu dan kini dilaporkan bergerak melalui Selat Lombok menuju Kepulauan Riau.

Tanker tersebut diketahui tidak lagi mengaktifkan sistem Automatic Identification System (AIS) sejak 20 Maret, ketika meninggalkan Selat Malaka dalam perjalanan menuju Iran.

Penghentian sinyal AIS kerap digunakan kapal-kapal tertentu untuk mengurangi pelacakan selama operasi maritim sensitif.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari AS maupun Iran terkait laporan supertanker HUGE yang lolos dari blokade.

Sebelumnya, Iran telah menyerahkan proposal perdamaian 14 poin kepada mediator Pakistan, dengan tujuan mengakhiri konflik dengan AS dan Israel.

Salah satu poin dalam proposal itu adalah mekanisme baru seputar pelayaran di Selat Hormuz. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan

24 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Anies Baswedan Terima Freedom of the City of London, Setara Winston Churchill

17 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Di Balik Gemerlap K-Pop: Mengapa Puluhan Ribu Warga Korea Selatan Memilih Berislam?

14 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Serangan Houthi Hantam Bandara Riyadh, 12 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

11 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Tabrak Ranjau Supertanker Meledak di Selat Hormuz, Kapal LPG NV Sunshine Ikut Terbakar

11 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Trending di Dunia