Menu

Mode Gelap
Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen, Ciptakan 40.943 Lapangan Kerja Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur Kepala Kantor Imigrasi Belakang Padang Hadiri Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam Firmansyah: Budaya Baca Jadi Fondasi Membangun SDM Unggul dan Batam Madani

Opini/ Religi

HAJI: IBADAH YANG MENYELURUH 

badge-check


					HAJI: IBADAH YANG MENYELURUH  Perbesar

Oleh: Amirul Khalish Manik
Haji sungguh ibadah yang luar biasa unik, luas, mendalam, dan mencakup segalanya. Haji wajib ditunaikan sekali seumur hidup bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat-syaratnya: beragama Islam, berakal, balig, merdeka, mampu secara finansial dan fisik, serta, khusus bagi perempuan didampingi atau minimal diizinkan oleh mahram. Sebagian ulama memasukkan syarat mahram ini ke dalam cakupan “mampu”.

Haji: Puncak dari Rukun Islam yang Lima
Haji adalah rukun Islam kelima. Ditetapkan sebagai rukun terakhir karena haji merangkum seluruh rukun sebelumnya: syahadat, shalat, zakat, dan puasa.

a. Syahadat dalam Haji 
Perjalanan haji dimulai dengan talbiyah at-tauhid, ikrar tauhid sebagai jawaban atas panggilan Allah: “labbaika allahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik. Innal-hamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, laa syarika lak.” 

Di sini jamaah menegaskan inti syahadat: tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, tanpa sekutu bagi-Nya.

b. Shalat dalam Haji 
Bertahun-tahun seorang Muslim shalat lima waktu dengan menghadap satu titik: Ka‘bah al-Musyarrafah. Saat berhaji, ia tidak lagi sekadar menghadap dari kejauhan, tetapi berdiri tepat di hadapannya, bahkan bisa menyentuh dan menciumnya. Dengan demikian, haji menjadi puncak penghayatan shalat.

c. Zakat dalam Haji 
Zakat terkait erat dengan haji, sebab haji adalah indikator paling jelas tentang kemampuan finansial. Jika seorang Muslim mampu berhaji, maka otomatis ia tergolong muzakki, orang yang wajib berzakat. Sebaliknya, jika belum mampu berzakat, berarti ia ghair mustathi‘, tidak mampu, sehingga belum wajib berhaji.

d. Puasa dalam Haji 
Puasa bermakna menahan diri, imsak. Haji penuh dengan larangan yang menguji pengendalian diri: menahan diri dari pelanggaran ihram, dari ucapan kotor, bahkan dari perdebatan. Secara substansi, ruh puasa hadir di seluruh rangkaian haji.

Kedalaman Makna Kata “Haji”
Kata haji berasal dari akar kata hajja-yahijju-hijjatun atau hajja-yahujju-hajjatun. Para ahli bahasa Arab menjelaskan: 

Hijjatun dengan kasrah adalah kata benda, artinya “perjalanan ke tempat yang jauh.” 
Hajjatun dengan fathah adalah kata sifat, dengan makna serupa, namun akar kata yang sama juga melahirkan kata lain: hujjatun dengan dhammah, yang berarti “bukti, dalil, argumentasi.” Ini mengungkap hakikat yang lebih dalam bahwa haji adalah tanda: yaitu tanda atau bukti kesempurnaan komitmen Islam seseorang. Dengannya, insya Allah, seorang mukmin memiliki hujjah, argumen kuat di hadapan Allah untuk berhak masuk surga. Sabda Rasulullah SAW menegaskan: “Tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga.”

Haji Menelusuri Jejak Ibrahim: Teladan Kepasrahan Total
Kesempurnaan Islam seorang mukmin tercermin juga dalam ritual haji yang sebagian besar meneladani praktik Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Mengapa Ibrahim? Karena beliau adalah Abul Anbiya’ bapak para nabi, guru tauhid dan ketaatan. Allah sendiri menisbatkan nama komunitas ini kepada beliau: “Huwa sammakumul-muslimina min qabl” (telah menamai kalian orang-orang Muslim sejak dahulu).

Ibrahim menunaikan seluruh tuntutan iman: “Wa idzibtala Ibrahima Rabbuhu bikalimatin fa-atammahunna” (Dan ketika Tuhannya menguji Ibrahim dengan beberapa kalimat, lalu ia menyempurnakannya).  Karena itu Allah memujinya sebagai Muslim yang telah menyempurnakan kepatuhan: “Wa Ibrahimal-ladzi waffa” (Dan Ibrahim yang telah menyempurnakan).

Penutup
Haji bukanlah ritual yang berdiri sendiri. Haji adalah kesimpulan dari seluruh rangkaian Islam: syahadat, shalat, zakat, dan puasa. Haji juga mencakup seluruh sisi kehidupan. Ia adalah perjalanan jasad, disiplin jiwa, dan kesaksian iman yang disinari oleh ilmu.

Maka menunaikan haji bagaikan sedang mengajukan hujjah di hadapan Allah: bahwa seorang hamba telah berupaya menyempurnakan Islam, meniti jejak Ibrahim, dan tidak mengharap balasan selain surga.

Batam, 30 April 2026
Penulis adalah

  1. Dewan Pertimbangan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Ponpes Modern Chiek Oemar Diyah (IKOeD) 2026-Sekarang
  2. Ketua Umum Yayasan Taruna Madani Kota Batam 2026-Sekarang
  3. Ketua Dewan Penasehat DPW PWMOI Kepri 2026-Sekarang
  4. Wakil Ketua Umum PP PRIMA DMI 2023-Sekarang
  5. PPW Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia 2022-Sekarang
  6. Wakil Ketua LPCRM PWMI Kepulauan Riau 2022-Sekarang
  7. Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri MW Kahmi Kepri 2022-Sekarang
  8. Wakil Ketua Umum PW KB PII Kepulauan Riau 2022-Sekarang
  9. Ketua Devisi Tenaga Kerja dan Sumberdaya Manusia DPP LMB 2026-Sekarang
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PROSPEK DAN KEBANGKITAN KOPERASI INDONESIA DI MOMENTUM HARI JADINYA KE 79 PADA 12 JULI 2026

13 Juli 2026 - 10:59 WIB

Koperasi: Penguatan Ekonomi Pesisir dari Akar Rumput

13 Juli 2026 - 10:46 WIB

Multiplier Effect Nyata Yang Diharapkan Dalam Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an

5 Juli 2026 - 05:19 WIB

Perhelatan Kenduri Seni Melayu Batam: Lebih Dari Sekedar Pesta Rakyat “Mempertahankan Warisan, Kebanggaan, serta Kualitas”

3 Juli 2026 - 18:24 WIB

Kaya Hati Itulah Kekayaan Sejati

30 Juni 2026 - 03:18 WIB

Trending di Opini/ Religi