Kapolri Larang Seluruh Polri dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Polri Gunakan Vape atau Rokok Elektrik BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam Raih Gelar Winner First Face Kids Junior Indonesia 2026, Queenera Harumkan Nama Tanjungpinang Dilepas Wali Kota Lis, Kota Rebah Jadi Titik Awal Kirab Obor Porprov Kepri VI 2026 Sambut Kontingen PORPROV VI Kepri, Lis Harap Perkuat Persaudaraan Antar Daerah Bela Raffi Ahmad, Ketua Bidang Kastrat DPP GEMURA Rafi Amar Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

Nasional

Krisis Pendidikan Mengkhawatirkan, PB PII Temui Wamensos RI

badge-check


					Krisis Pendidikan Mengkhawatirkan, PB PII Temui Wamensos RI Perbesar

Maklumatkepri.com. Jakarta-Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) bersama Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, membahas persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan serius dunia pendidikan nasional pada 2026.

Hal itu disampaikan Agus Jabo saat menerima audiensi PB PII di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada hari Senin (25/05/2025).

Dalam pertemuan tersebut, PB PII menyampaikan laporan komprehensif terkait kondisi ATS tahun 2026 sekaligus sejumlah rekomendasi strategis untuk penanganan di tingkat akar rumput. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah ATS di Indonesia mencapai 3,96 juta anak yang terdiri dari anak putus sekolah, lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan, hingga anak yang belum pernah bersekolah.

Ketua Umum PB PII, Amsal, menegaskan bahwa persoalan ATS tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan organisasi pelajar.

“PB PII siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman putus sekolah. Pendekatan sesama pelajar dinilai lebih efektif untuk menjangkau anak-anak yang rentan meninggalkan pendidikan,” ujar Amsal.

PB PII juga menawarkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pembentukan “Satgas Pelajar Peduli”, penguatan sekolah ramah anak, advokasi dana pendidikan berbasis daerah, hingga penguatan pendidikan vokasional bagi remaja usia produktif.

Selain itu, PB PII mendorong adanya forum koordinasi permanen yang melibatkan kementerian terkait dan organisasi pelajar untuk memetakan serta menangani persoalan ATS secara terpadu dan berkelanjutan.

Agus Jabo menyambut baik gagasan dan rekomendasi yang disampaikan PB PII. Menurutnya, keterlibatan organisasi pelajar sangat penting dalam memperkuat upaya pemerintah menekan angka putus sekolah serta memastikan hak pendidikan anak terpenuhi secara merata.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah dan organisasi kepelajaran dalam menghadapi tantangan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kapolri Larang Seluruh Polri dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Polri Gunakan Vape atau Rokok Elektrik

1 November 2026 - 23:37 WIB

Bela Raffi Ahmad, Ketua Bidang Kastrat DPP GEMURA Rafi Amar Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

1 November 2026 - 17:20 WIB

Bela Raffi Ahmad, Tokoh Pemuda Abdul Kohar Ruslan Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

1 November 2026 - 17:17 WIB

Suket Penyetaraan SMA Gibran Batal Demi Hukum, Abah Elang Soroti Legitimasi Wapres

31 Oktober 2026 - 22:11 WIB

PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo

31 Oktober 2026 - 00:44 WIB

Trending di Nasional