Menu

Mode Gelap
Libur Sekolah Dipakai untuk Demo MBG, Ribuan Pelajar Batam Turun ke Jalan dan Jadi Tameng Isu Dewasa Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat Ditarget Diresmikan pada 100 Tahun Peringatan Sumpah Pemuda Tokoh Agama dan Masyarakat Pulau Penyengat Serahkan Dokumen Dukungan Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Gubernur Ansar Minta Permainan Rakyat Dikemas Baik, Dijadikan Daya Tarik Wisata Budaya Penyengat Heritage 2026 Sukses Digelar, Dorong Revitalisasi Budaya Melayu Berkelanjutan Pengukuhan Pengurus PERBASI Tanjungpinang 2026–2030, Pemko Tanjungpinang Komitmen Dukung Kemajuan Olahraga

Kepri

Gubernur Ansar Minta Permainan Rakyat Dikemas Baik, Dijadikan Daya Tarik Wisata Budaya

badge-check


					Gubernur Ansar bersama Wagub Nyanyang, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza dan Ketua LAM Kepri menyaksikan permainan gasing di event Penyengat Heritage 2026. Perbesar

Gubernur Ansar bersama Wagub Nyanyang, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza dan Ketua LAM Kepri menyaksikan permainan gasing di event Penyengat Heritage 2026.

Maklumatkepri.com. Dompak-Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengusulkan agar berbagai permainan rakyat yang ada di Kepulauan Riau dikemas secara menarik hingga mampu menjadi daya tarik wisata budaya.

“Ke depan saya berharap lebih banyak permainan rakyat yang bisa diangkat kembali. Jangan sampai permainan-permainan tradisional kita hilang atau terbenam oleh perkembangan zaman. Permainan seperti canang, petak umpet, egrang, dan berbagai permainan rakyat lainnya perlu kita kemas menjadi daya tarik wisata budaya,” ungkap Ansar pada penutupan Penyengat Heritage 2026 di Balai Adat, Pulau Penyengat, Sabtu (20/6/2026) sore.

Menurutnya, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk menghidupkan kembali berbagai permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan generasi muda.

Ansar bahkan mengusulkan event Penyengat Heritage yang menampilkan berbagai atraksi serta perlombaan permainan rakyat setempat dapat diselenggarakan dalam durasi yang lebih panjang sehingga memberi dampak ekonomi dan pariwisata yang lebih besar bagi masyarakat.

“Kalau memungkinkan, kegiatan seperti ini bisa digelar selama satu minggu penuh dan menjadi kenduri besar Pulau Penyengat. Bahkan ke depan dapat dirangkaikan dengan peringatan haul Raja Ali Haji sehingga semakin memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai pusat kebudayaan Melayu yang mendunia,” ungkapnya.

Menurut Ansar, selain menjadi sarana promosi pariwisata dan budaya, Penyengat Heritage juga menjadi wadah mempererat silaturahmi masyarakat Melayu serumpun dari berbagai daerah dan negara yang memiliki ikatan sejarah serta budaya yang sama.

Melalui penyelenggaraan event ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap Pulau Penyengat semakin dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan, sekaligus menjadi ruang regenerasi nilai-nilai budaya Melayu bagi generasi muda di tengah perkembangan industri pariwisata modern.

Sumber: MC Kepri
Redaksi: Irkham MJ

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat Ditarget Diresmikan pada 100 Tahun Peringatan Sumpah Pemuda

21 Juni 2026 - 18:49 WIB

Tokoh Agama dan Masyarakat Pulau Penyengat Serahkan Dokumen Dukungan Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa

21 Juni 2026 - 18:44 WIB

Penyengat Heritage 2026 Sukses Digelar, Dorong Revitalisasi Budaya Melayu Berkelanjutan

21 Juni 2026 - 18:33 WIB

MW KAHMI dan MW FORHATI Kepri Gelar Sunat Massal Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Wujud Nyata Kepedulian Kepada Masyarakat

21 Juni 2026 - 14:06 WIB

Sekdaprov Misni: “Pariwisata Salah Satu Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi Daerah”

21 Juni 2026 - 00:06 WIB

Trending di Kepri