Hadiri Pisah Sambut Dandim 0315/Tanjungpinang, Wako Lis Harapkan Sinergi dengan Pemko Terus Berlanjut H-1 Porprov VI Kepri, Tanjungpinang Matangkan Persiapan Rangkaian Kegiatan Tingkatkan Kualitas Pembina, Kwarcab Pramuka Tanjungpinang Gelar Kursus Pengelola Dewan Kerja PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026

Nasional

Terima Kasih Kapolda Aceh, M Nasir Djamil Apresiasi Sikap Humanis Ruddi Setiawan Hadapi Massa HDA

badge-check


					Terima Kasih Kapolda Aceh, M Nasir Djamil Apresiasi Sikap Humanis Ruddi Setiawan Hadapi Massa HDA Perbesar

Maklumatkepri.com. Jakarta-Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil, menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasih kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan atas sikap humanis dan keberaniannya menghadapi langsung massa dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21, Sabtu (15/8/2026).

Nasir menilai langkah Kapolda Aceh yang secara langsung turun menemui, berdialog dan menenangkan masyarakat merupakan sikap gentleman sekaligus bentuk nyata kepedulian terhadap situasi keamanan dan keberlangsungan perdamaian di Aceh.

Menurutnya, keberanian Ruddi Setiawan yang baru beberapa pekan menjabat sebagai Kapolda Aceh untuk berjalan menemui massa tanpa menempatkan jarak berlebihan menunjukkan bahwa pendekatan keamanan tidak selalu harus dilakukan dengan kekuatan, tetapi juga melalui komunikasi dan sentuhan kemanusiaan.

“Inisiatif Kapolda Aceh Ruddi Setiawan berjalan sendiri tanpa pengawalan menemui dan berbicara langsung dengan masyarakat menunjukkan kepedulian dan keinginannya agar Aceh tetap damai,” ujar Nasir.

Politikus yang duduk di Komisi III DPR RI, komisi yang membidangi penegakan hukum, keamanan dan mitra kerja Polri tersebut, menilai pendekatan humanis Kapolda Aceh merupakan pilihan tepat untuk meredam situasi sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi konflik baru.

“Ketika menghadapi massa yang tidak terkontrol, cara humanis adalah pendekatan yang tepat dan berisiko rendah,” tegasnya.

Nasir menilai sikap Kapolda Aceh tersebut patut menjadi contoh bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan keberanian untuk membuka ruang dialog, terutama ketika situasi di lapangan mulai memanas.

Ia juga meminta seluruh jajaran yang menjadi mitra kerja Komisi III DPR RI, khususnya TNI dan Polri, terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Menurut Nasir, perdamaian Aceh bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

“Soliditas antara TNI, Polri, pemerintahan lokal, pimpinan instansi vertikal, serta elemen masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk menjamin Aceh tetap kondusif. Dengan kondisi yang aman dan damai, pembangunan dapat terus dilakukan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Aceh,” pungkasnya.

Sikap Kapolda Aceh tersebut sekaligus menegaskan bahwa menjaga perdamaian bukan semata-mata tentang kekuatan, tetapi tentang keberanian untuk hadir, mendengar dan merangkul masyarakat. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo

31 Oktober 2026 - 00:44 WIB

MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

30 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Logo HUT IPA ke-73 Resmi Diluncurkan, Usung Tema “Meneguhkan Cita Mulia Pelajar Al Washliyah untuk Kemajuan Bangsa”

30 Oktober 2026 - 12:47 WIB

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Trending di Nasional