Menu

Mode Gelap
Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Data Sementara 107 Orang Dievakuasi dan 6 Meninggal Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas Dari 300 Masjid, 24 Terpilih Ikuti Bimtek Manajemen Masjid Modern di MRBJ

Jabar

Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi

badge-check


					Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi Perbesar

Maklumatkepri.com. Sumedang-Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, ST., MM., secara resmi membuka Musyawarah Distrik (Musdis) XI Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Distrik Sumedang di Pendopo IPP Kabupaten Sumedang, Jalan Prabu Gajah Agung, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (12/9/2026).

Musyawarah tersebut digelar sebagai bagian dari proses organisasi menyusul berakhirnya masa jabatan kepengurusan AMS Distrik Sumedang.

Forum ini dihadiri jajaran pengurus, anggota, Dewan Penasihat, Rayon dan Komisariat, Pitaloka Distrik AMS Sumedang, serta sejumlah tamu undangan.

Turut hadir Ketua Umum PP AMS Rully H. Alfiady, Ketua PP Pitaloka, serta jajaran pengurus pusat AMS.

Ketua Distrik AMS Sumedang Rully Krisna Peryoga mengatakan, pelaksanaan Musdis XI merupakan tindak lanjut dari hasil rapat kerja distrik yang digelar pada 5 September 2026 di Kwarcab Sumedang.

Menurutnya, agenda tersebut juga menjadi momentum bagi keberlanjutan kepemimpinan dan regenerasi di tubuh organisasi.

Dalam kesempatan itu, Rully Krisna Peryoga menyatakan tidak akan kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Distrik AMS Sumedang.

“Pada kesempatan kali ini juga saya melaporkan kepada ketua untuk tidak maju kembali menjadi ketua distrik. Biarkan regenerasinya berjalan,” ujar Rully Krisna Peryoga.

Sementara itu, Ketua Umum PP AMS Rully H. Alfiady menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang dan seluruh pihak yang hadir serta mendukung terselenggaranya Musdis XI AMS Sumedang.

Ia menyebut Musdis AMS Distrik Sumedang menjadi musyawarah distrik pertama yang dilaksanakan sejak dirinya dilantik sebagai Ketua Umum PP AMS.

“Musyawarah distrik ini merupakan distrik pertama kali sejak saya dilantik menjadi Ketua PP AMS. Sumedang pangheulana bae. Terima kasih Sumedang sudah mengawali Musdis ini,” katanya.

Dalam sambutannya, Rully juga memaparkan arah konsolidasi dan penguatan struktur organisasi AMS ke depan. Dari total 637 kecamatan di Jawa Barat, kata dia, saat ini kepengurusan AMS baru terbentuk di sekitar 115 kecamatan.

Begitu pula pada tingkat desa dan kelurahan. Dari lebih dari 5.800 desa dan kelurahan di Jawa Barat, struktur organisasi AMS disebut baru terbentuk di sekitar 500 wilayah.

Kondisi tersebut, menurut Rully, menjadi salah satu alasan PP AMS menetapkan target perluasan struktur organisasi hingga tahun 2028.

AMS menargetkan kepengurusan dapat terbentuk di sedikitnya 511 hingga 637 kecamatan di Jawa Barat. Setiap rayon juga diarahkan membentuk minimal tiga Sub Rayon di wilayah kerjanya.

Selain itu, organisasi menargetkan pembentukan hingga 1.500 struktur Sumbu Rayon pada 2028. Dalam rangka mempermudah pengembangan organisasi, syarat jumlah pengurus rayon juga disebut akan disederhanakan dari sebelumnya 66 orang menjadi minimal 17 orang.

Rully H. Alfiady juga mengungkapkan bahwa PP AMS tengah mematangkan rencana kerja sama strategis dengan Kementerian Desa melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang ditargetkan rampung pada November 2026.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah keterlibatan AMS dalam pengelolaan dan pengembangan sekitar 1.000 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, program tersebut berkaitan dengan penguatan ekonomi desa dan program ketahanan pangan. Ia menyebut terdapat potensi dukungan anggaran antara Rp500 juta hingga Rp2,5 miliar per desa, sesuai program dan mekanisme yang nantinya berlaku.

Rully mengatakan, apabila target pengembangan 1.000 desa tersebut terealisasi dengan rata-rata perputaran ekonomi Rp1 miliar di setiap titik, maka terdapat potensi aktivitas ekonomi hingga sekitar Rp1 triliun yang dapat dikawal melalui program tersebut.

Di bidang demokrasi, PP AMS juga mendorong kader-kader yang memenuhi persyaratan untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan pemilu, termasuk pada lembaga seperti KPU dan Bawaslu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Rully, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas demokrasi dan memperkuat peran kader dalam pembangunan sistem politik yang jujur, bersih, dan berkualitas.

AMS juga menyiapkan strategi politik menjelang 2029, termasuk pembentukan tim khusus untuk mempersiapkan kader-kader potensial yang akan berkiprah melalui berbagai partai politik.

“Menuju 2029, AMS menargetkan pembentukan tim politik khusus untuk mendeklarasikan calon-calon internal yang berkualitas di berbagai partai politik tanpa memicu konflik horizontal antar-kader,” ujarnya.

Bupati Sumedang Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan sejumlah pesan kepada jajaran AMS, khususnya AMS Distrik Sumedang, dalam membangun organisasi yang modern dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

Dony memaparkan lima hal strategis yang menurutnya perlu menjadi perhatian organisasi.

Pertama, organisasi harus menjalankan tiga pilar secara berkesinambungan, yakni konsolidasi, kaderisasi dan mobilisasi. Kedua, pentingnya membangun akuntabilitas berbasis data, termasukj pendataan tokoh dan pinisepuh organisasi.

Ketiga adalah pemanfaatan digitalisasi dan teknologi untuk meningkatkan efektivitas serta efisiensi organisasi. Keempat, perlunya pemimpin yang memiliki pola pikir terbuka atau open mind dalam menghadapi perubahan.

Adapun poin kelima, Dony menekankan pentingnya integritas kader, termasuk menghindari sikap menghakimi suatu persoalan tanpa didukung data yang jelas.

Menurutnya, organisasi modern membutuhkan pola pikir yang terus berkembang atau growth mindset agar mampu mengikuti perubahan zaman.

“Kita tidak boleh membiarkan organisasi menderita mental block atau rasa iri terhadap kemajuan pihak lain. Sebaliknya, jadikan keberhasilan pihak lain sebagai motivasi untuk berinovasi,” ujar Dony.

Ia berharap, melalui struktur organisasi yang kuat, sistem kaderisasi yang berjalan, pemanfaatan data dan teknologi, serta kepemimpinan yang progresif, AMS dapat terus meningkatkan kontribusinya bagi masyarakat.

“Dengan struktur yang solid, data yang akurat, dan kepemimpinan yang progresif, organisasi akan selalu berada one step ahead dalam menjawab tantangan zaman,” pungkasnya. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan

14 September 2026 - 01:23 WIB

Dorong Generasi Antikorupsi, Penyuluh Antikorupsi Ajak Mahasiswa Hukum Perkuat Integritas

13 September 2026 - 17:55 WIB

Dari 300 Masjid, 24 Terpilih Ikuti Bimtek Manajemen Masjid Modern di MRBJ

13 September 2026 - 17:50 WIB

Kawal Pentas Remaja Masjid 2026, Farih Mumtaza Desak Elemen Negeri di Langsa Bersatu!

13 September 2026 - 16:50 WIB

Bimba Happy Smart Cabang Karawang Resmi Dibuka, Dorong Pendidikan Anak yang Menyenangkan

13 September 2026 - 16:10 WIB

Trending di Jabar