Melampaui Status Emerging Market : Daya Tarik Investasi Menuju Kedaulatan Ekonomi Suket Penyetaraan SMA Gibran Batal Demi Hukum, Abah Elang Soroti Legitimasi Wapres Sidang Timbal Beracun Di Serang, Direksi PT GRS Harus Dipenjara! Gugatan Dividen 1996–2003, Pengadilan Uji Legalitas PT Seko Fajar Dewan UKM Labuhanbatu Gelar Talkshow dan Coaching Clinic Penguatan UMKM Amsakar: Pendidikan Jadi Investasi Penting untuk Siapkan Generasi Batam Berdaya Saing Global

Kepulauan Riau

Jelang Hari Jadi ke-24, Ansar Tagih Perhatian Pusat: Kepri Gerbang Negara, Bukan Daerah Pinggiran

badge-check


					Jelang Hari Jadi ke-24, Ansar Tagih Perhatian Pusat: Kepri Gerbang Negara, Bukan Daerah Pinggiran Perbesar

Maklumatkepri.com. Tanjungpinang-Menjelang Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Gubernur Kepri Ansar Ahmad kembali menyoroti pemerataan pembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah. Ia meminta pemerintah pusat memberikan perhatian lebih serius terhadap Kepri sebagai provinsi kepulauan sekaligus wilayah perbatasan negara.

Hal itu disampaikan Ansar seusai mengikuti dialog interaktif di RRI Tanjungpinang dan TVRI Provinsi Kepri di Dompak, Rabu (23/9/2026).

Menurut Ansar, pembangunan Kepri tidak dapat menggunakan pola yang sama dengan daerah kontinental. Kondisi geografis yang terdiri atas banyak pulau membuat kebutuhan listrik, telekomunikasi, air bersih, infrastruktur dasar, dan konektivitas antarpulau membutuhkan pendekatan khusus.

“Catatan yang baik harus lebih baik, sedangkan catatan yang kurang harus diperbaiki bersama. Tidak ada kata lain selain bekerja keras, saling bahu-membahu pada setiap level pemerintah, lembaga kemasyarakatan maupun masyarakat Kepri,” ujar Ansar.

Ia menegaskan, pemerintah provinsi tidak mungkin bekerja sendiri. Dukungan pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat diperlukan karena sebagian pembangunan berkaitan dengan kewenangan serta kemampuan pembiayaan yang terbatas di daerah.

“Dengan keterbatasan kemampuan kita serta kebijakan dan kewenangan terbatas, maka pemerintah pusat harus kita sadarkan bahwa ada gerbang batas negara yang tidak boleh terlupakan oleh mereka,” tegasnya.

Kepri memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Karena itu, pembangunan di wilayah tersebut tidak hanya menyangkut kepentingan daerah, tetapi juga berkaitan dengan penguatan kawasan perbatasan dan kehadiran negara.

Aliansi Peduli Indonesia Kepulauan Riau. Ketua Umum BP3KR Husrin Hood bersama Syazinan dari BP3KR Jakarta menilai perhatian pemerintah pusat terhadap Kepri perlu diperkuat dengan mempertimbangkan karakter kepulauan dan posisi strategisnya.

“Kepri adalah gerbang Indonesia di bagian barat yang berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Karena itu, perhatian terhadap Kepri bukan hanya kepentingan daerah, tetapi juga bagian dari kepentingan nasional,” ujar perwakilan Aliansi.

Aliansi berharap momentum Hari Jadi ke-24 tidak berhenti pada seremoni. Pemerataan pembangunan, konektivitas antarpulau, infrastruktur dasar, serta penguatan kawasan perbatasan harus menjadi agenda nyata dan berkelanjutan.

Bagi Kepri, jarak antarpulau bukan sekadar persoalan geografis. Ketika akses dasar dan konektivitas belum merata, jarak dapat berubah menjadi kesenjangan pelayanan dan kesempatan.

Pesannya jelas: Kepri berada di garis depan perbatasan Indonesia. Karena itu, pembangunan di Kepri semestinya menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

3.100 Pelari Ikuti BTN KEPRI MoonRun 2026, Lari Malam Menjelajah Warisan Budaya Tanjungpinang

30 Oktober 2026 - 14:30 WIB

BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Ekonomi Melalui Pelatihan Membuat Kue

30 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Ansar Buka Bimtek Keluarga Berintegritas, KPK Dorong Pencegahan Korupsi Dimulai dari Keluarga

29 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Cegah Pembakaran Sampah di Tengah Darurat Asap

29 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Gubernur Ansar Ahmad Sambut Pangdam Pertama Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah

29 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Trending di Kepulauan Riau