Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang 3.100 Pelari Ikuti BTN KEPRI MoonRun 2026, Lari Malam Menjelajah Warisan Budaya Tanjungpinang BP Batam dan KI Kepri Perkuat Sinergi Keterbukaan Informasi Publik

Jawa Barat

LBH GMBI Dorong Transparansi Rumah Sakit, Kasus Dugaan Kelalaian Pelayanan Anak Jadi Perhatian

badge-check


					LBH GMBI Dorong Transparansi Rumah Sakit, Kasus Dugaan Kelalaian Pelayanan Anak Jadi Perhatian Perbesar

Maklumatkepri.com. Karawang-Lembaga Bantuan Hukum Gerak Masyarakat Bawah Indonesia (LBH GMBI) melalui Advokat Romadhoni, S.Sy., CPM., CPS., mendorong transparansi dan evaluasi pelayanan kesehatan menyusul persoalan yang dialami seorang anak di RS Permata Keluarga Karawang.

Menurut keterangan keluarga, anak tersebut mengalami lima kali kegagalan pemasangan infus ketika menjalani pemeriksaan pada 29 Juli 2026.
Keluarga mengaku tidak mendapatkan informasi yang memadai mengenai identitas seluruh petugas yang melakukan tindakan. Mereka juga mempertanyakan alasan kegagalan pemasangan infus yang berulang.

Selain persoalan tindakan medis, keluarga mengungkapkan bahwa anaknya mengalami ketidaknyamanan ketika mengingat pengalaman tersebut.

Hasil asesmen psikologis yang dilakukan pada 7 September 2026 menyebutkan bahwa anak memperagakan pengalaman ditusuk-tusuk dan menyatakan tidak ingin kembali ke rumah sakit.

Romadhoni menyatakan bahwa keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik merupakan bagian penting dari hubungan antara pasien, keluarga, dan penyelenggara pelayanan kesehatan.

“Pasien dan keluarga memiliki kepentingan untuk mendapatkan penjelasan mengenai pelayanan yang diterima. Kami meminta agar rumah sakit memberikan klarifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan rekam medis dan hasil evaluasi internal,” katanya.

Ia juga mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang agar menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan sesuai kewenangannya.

Pihaknya menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata-mata tentang tuntutan keluarga, melainkan juga menyangkut evaluasi sistem pelayanan dan upaya mencegah terulangnya pengalaman serupa. (*/akm)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Daarurrahmah Cup V Resmi Dibuka, Jadi Ajang Silaturahmi dan Unjuk Bakat Pelajar SD/MI se-Kabupaten Bekasi

28 Oktober 2026 - 21:31 WIB

PA GMNI Jabar Siap Jadi Mitra Strategis & Kritis Pemerintah

26 Oktober 2026 - 01:07 WIB

Bukan Sekadar Persoalan Satu Pasien, Kasus Infus Balita di Karawang Jadi Momentum Pembenahan Pelayanan Kesehatan

2 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dinkes Karawang Diminta Beri sangsi terhadap R.S Permata Keluarga Kasus Dugaan Kelalaian Pelayanan Anak

2 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Perlindungan Pasien Anak Jadi Sorotan, Keluarga Pertanyakan Prosedur Pemasangan Infus di RS Permata Keluarga

2 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Trending di Jawa Barat