PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Tanjungpinang

Wali Kota Lis Harap Layanan SPPG Sesuai Standar Gizi

badge-check


					Wali Kota Lis Harap Layanan SPPG Sesuai Standar Gizi Perbesar

Maklumatkepri.com. Kota Tanjungpinang-Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah berharap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tanjungpinang memenuhi standar gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan Lis saat peresmian SPPG Kampung Baru 3T di Jalan Yos Sudarso, Gang Jahan 8, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (14/10/2026).

Lis mengatakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang mendukung pelaksanaan MBG untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah. Namun, sejumlah hal masih perlu dibenahi agar layanan SPPG sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN.

“Pemerintah tentunya mendukung program ini sekaligus melakukan pengawasan. Ada beberapa catatan yang mungkin perlu kami sampaikan sebagai masukan untuk pembenahan agar memenuhi standar gizi yang sudah ditentukan dan ditetapkan BGN pusat,” ujar Lis.

Peresmian SPPG Kampung Baru 3T di Tanjungpinang merupakan bagian dari peresmian serentak 980 dapur SPPG di 16 provinsi yang ditargetkan melayani sekitar 1,4 juta penerima manfaat.

Peresmian serentak dipimpin Kepala BGN Sudaryono secara daring dari Aceh. Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono hadir langsung di Tanjungpinang bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura serta sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda.

Trenggono menjelaskan, peresmian tidak serta-merta berarti seluruh dapur SPPG langsung beroperasi penuh. Setiap dapur perlu memastikan kesiapan peralatan, standar operasional prosedur (SOP), instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta tenaga pelaksana dan relawan sebelum memberikan layanan.

“Setelah peresmian ini, bukan berarti SPPG langsung beroperasi. Perlu ada tahapan yang harus dipastikan, mulai dari kesiapan peralatan, sumber daya manusia, hingga seluruh kebutuhan operasional benar-benar siap,” ujar Trenggono.

Sebelum beroperasi penuh, pengelola juga perlu melakukan uji coba pelayanan selama dua hingga tiga hari dengan melibatkan sejumlah penerima manfaat. Tahapan ini diperlukan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai ketentuan.

Trenggono turut mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap pihak yang mengatasnamakan BGN untuk meminta uang atau imbalan dalam proses pembukaan SPPG. Masyarakat yang menemukan praktik tersebut diminta melaporkannya kepada pihak berwenang.

Selain membantu pemenuhan gizi, keberadaan SPPG diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui keterlibatan pemasok bahan pangan lokal.

“Program MBG ini selain membantu pemenuhan gizi, juga diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, serta pemasok pangan lokal diharapkan bisa terlibat dalam penyediaan bahan pangan,” tambah Trenggono.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, yang juga menjabat Ketua Satgas BGN Kepri, menyampaikan laporan pelaksanaan MBG di Kepri telah mencapai 87 persen. Selain itu, terdapat tambahan 37 SPPG baru untuk daerah yang telah ditentukan.

“Di Kepri sekarang sudah 87 persen laporan untuk keseluruhannya. Saat ini ada tambahan 37 SPPG baru untuk daerah-daerah yang sudah ditentukan,” ucap Nyanyang.

Ia meminta perhatian terhadap wilayah 3T lainnya, terutama Kabupaten Lingga yang memiliki persoalan stunting cukup tinggi.

“Kami mohon perhatian untuk daerah 3T lainnya, karena ada daerah seperti Lingga yang perlu penanganan, mengingat angka stuntingnya cukup tinggi. Kami mengharapkan arahan dan bimbingan agar pelaksanaan MBG di Kepri bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Menurut Nyanyang, pemerataan layanan penting agar anak-anak di wilayah kepulauan, termasuk daerah yang sulit dijangkau, mendapat akses pemenuhan gizi. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026

30 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba

30 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya

30 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Matangkan persiapan, jadwal pelaksanaan Porprov VI Kepri Resmi Dirilis : 30 cabang Olahraga Siap Dipertandingkan di Tanjungpinang

29 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Wawako Raja Ariza Sambut Yachter Mancanegara dalam Welcome Dinner Sail 2 Indonesia 2026

29 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Trending di Tanjungpinang