Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin

Kepri

Mentrans Serahkan 16 Kapal Nelayan di Rempang, Dorong Transmigrasi Berbasis Ekonomi Produktif

badge-check


					Mentrans Serahkan 16 Kapal Nelayan di Rempang, Dorong Transmigrasi Berbasis Ekonomi Produktif Perbesar

MaklumatKepri.com, Sebanyak 16 kapal nelayan diserahkan kepada masyarakat Rempang, Kota Batam, sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi lokal di kawasan kepulauan dan perbatasan. Bantuan tersebut merupakan program Kementerian Transmigrasi dalam mendukung kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi berbasis komunitas.

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan wilayah kepulauan melalui sinergi lintas sektor bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja di Provinsi Kepulauan Riau, di sela perayaan Imlek di Batam, Senin (16/2/2026) malam.

Menurutnya, situasi yang semakin kondusif menjadi modal penting dalam membangun iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Stabilitas sosial dinilai mampu memberikan rasa aman bagi investor sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Dengan suasana yang damai, kita bisa menghadirkan iklim investasi yang juga cukup nyaman untuk semuanya. Itu yang nanti akan kami terus bangun bersama,” kata Iftitah.

Namun demikian, pemerintah tidak hanya berfokus pada investasi berskala besar. Penguatan ekonomi masyarakat lokal, khususnya nelayan di kawasan pesisir Rempang, juga menjadi prioritas utama.

“Pada prinsipnya sekarang ini kami laporkan juga ada 16 kapal nelayan di Rempang yang sudah kami berikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan transmigrasi saat ini telah bertransformasi. Program tidak lagi sekadar memindahkan masyarakat ke lokasi baru, melainkan memastikan tersedianya sumber penghidupan yang berkelanjutan.

“Harapannya mereka tidak hanya sekadar pindah ke tempat yang baru, tapi juga ada pekerjaan yang terus menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Konsep transmigrasi modern yang diusung pemerintah menitikberatkan pada pembangunan ekosistem ekonomi lokal. Melalui dukungan sarana produksi seperti kapal nelayan, masyarakat diharapkan mampu mengelola potensi kelautan secara optimal, meningkatkan produktivitas tangkap, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Di akhir pernyataannya, Iftitah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk media, yang turut mengawal pembangunan di Kepulauan Riau dan Batam.
“Terima kasih ya, terima kasih atas dukungannya,” tutupnya.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, Batam dan Kepulauan Riau diharapkan terus berkembang sebagai kawasan strategis nasional yang aman, produktif, dan inklusif, sekaligus menjadi model pembangunan wilayah kepulauan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan

5 November 2026 - 16:52 WIB

Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan

5 November 2026 - 16:49 WIB

Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre

5 November 2026 - 16:42 WIB

Sekdaprov Misni Hadiri MUSDA IV LVRI dan MUSDA PD PIVERI Kepri

5 November 2026 - 03:08 WIB

Lintas Sektor di Kepri Gelar Rapat Persiapan Hadapi Puncak Musim Hujan dan Dampak Perubahan Iklim

5 November 2026 - 03:01 WIB

Trending di Kepri