PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Nasional

Buka Puasa Bukan Ajang “Balas Dendam”, Ini Panduan Makan Sehat Selama Ramadhan

badge-check


					Buka Puasa Bukan Ajang “Balas Dendam”, Ini Panduan Makan Sehat Selama Ramadhan Perbesar

MaklumatKepri.com, Pola makan saat berbuka puasa kerap menjadi perhatian tenaga medis, terutama karena banyak orang cenderung mengonsumsi makanan berlebihan setelah seharian menahan lapar dan haus. Kebiasaan “balas dendam” ini dinilai dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari asam lambung naik hingga lonjakan gula darah.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Erwin Christianto, Sp.GK, M.Gizi, menekankan pentingnya berbuka secara bertahap dan seimbang. Menurutnya, lambung yang kosong berjam-jam membutuhkan penyesuaian, sehingga makanan ringan dan mudah dicerna sebaiknya menjadi pilihan awal.

“Mulailah dengan air putih 1–2 gelas, lalu konsumsi makanan ringan seperti kurma atau buah. Ini membantu mengembalikan energi tanpa membebani sistem pencernaan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan mengonsumsi makanan berlemak dan berminyak seperti gorengan. Alternatif yang lebih sehat antara lain sup hangat, makanan panggang, semur, atau pepes.

Selain itu, konsumsi karbohidrat dianjurkan tetap terkendali. Menggabungkan beberapa sumber karbohidrat sekaligus, misalnya nasi dengan mie atau kentang berisiko menyebabkan lonjakan gula darah. Sayuran sebagai sumber serat dinilai penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi.

Pengaturan porsi makan juga menjadi kunci. Berbuka dengan porsi kecil, kemudian dilanjutkan makan utama setelah shalat Maghrib, dapat membantu tubuh beradaptasi. Mengunyah makanan perlahan dan menghindari distraksi seperti gadget turut dianjurkan.

Dalam hal hidrasi, kebutuhan cairan selama Ramadhan tetap harus terpenuhi. Minum air putih secara berkala dari berbuka hingga sahur menjadi langkah utama mencegah dehidrasi. Minuman manis berlebihan, kopi, dan teh sebaiknya dibatasi.

Menu sahur pun tak kalah penting. Asupan tinggi protein dan cukup cairan membantu menjaga energi sepanjang hari. Aktivitas fisik ringan, tidur cukup 6–7 jam, serta jeda waktu sebelum tidur setelah makan menjadi bagian dari gaya hidup sehat selama bulan puasa.

Dengan menerapkan pola makan yang tepat, masyarakat diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dengan tubuh tetap bugar dan terhindar dari gangguan kesehatan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo

31 Oktober 2026 - 00:44 WIB

MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

30 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Logo HUT IPA ke-73 Resmi Diluncurkan, Usung Tema “Meneguhkan Cita Mulia Pelajar Al Washliyah untuk Kemajuan Bangsa”

30 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Kebekuan Jiwa Agama

30 Oktober 2026 - 09:54 WIB

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Trending di Ekonomi