Menu

Mode Gelap
Rekrutmen Ribuan Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka, Statusnya PKWT Empat KDKMP Sudah Rampung, Pemkab Karimun dan Kodim Kejar Penyelesaian 20 Titik Prioritas Pemkab Natuna Matangkan Langkah Perbaikan Tata Kelola Hibah dan Bansos Daerah Sekda Pimpin Rapat Lanjutan Secara Virtual Persiapan Hut Ke 18 Kepulauan Anambas & Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H / 2026 M Pemprov Kepri Jalankan Program DIGI-GO Internship, Upaya Perkuat Kompetensi ASN dan Transformasi Digital STV di Tambelan, Disdukcapil Bintan Terbitkan 589 Dokumen Kependudukan

Kepri

Aktivitas Pemotongan Lahan PT Jutam Diduga Picu Banjir Lumpur, Puluhan Rumah di Sei Tering Terendam

badge-check


					Aktivitas Pemotongan Lahan PT Jutam Diduga Picu Banjir Lumpur, Puluhan Rumah di Sei Tering Terendam Perbesar

MaklumatKepri.com, Batam–Puluhan rumah warga di Kavling Sei Tering, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, diterjang material lumpur dan bebatuan pada Jumat (20/2) malam. Insiden ini diduga kuat akibat aktivitas pemotongan lahan (cut and fill) yang dilakukan oleh PT Jutam di area perbukitan yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.

‎Berdasarkan informasi di lapangan, material lumpur setinggi lutut orang dewasa masuk hingga ke dalam rumah, merusak perabotan, dan melumpuhkan aktivitas warga. Kejadian yang berlangsung pada malam hari tersebut sempat membuat situasi mencekam, di mana sejumlah penghuni rumah dilaporkan sempat terjebak di dalam genangan lumpur pekat.

‎Hingga Sabtu pagi, warga masih berjibaku membersihkan sisa-sisa tanah kuning yang menyelimuti kediaman mereka. Kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat banyaknya peralatan rumah tangga yang tidak dapat diselamatkan.

‎Tuntutan Warga Terhadap PT Jutam
‎Ketegangan memuncak saat sejumlah truk milik perusahaan tiba di lokasi. Warga yang tersulut emosi segera menghadang dan menghentikan paksa armada tersebut. Warga menilai PT Jutam tidak menunjukkan iktikad baik karena hanya fokus membersihkan akses jalan bagi kendaraan operasional mereka, sementara rumah warga yang terdampak dibiarkan begitu saja.

‎Ketua RW 07, Siti, menegaskan bahwa warga menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak perusahaan atas kelalaian yang terjadi.

‎”Kami mau pihak perusahaan bertanggung jawab. PT Jutam jangan seenaknya saja, warga kami yang jadi korban! Jika tidak ada solusi konkret, kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap armada ini,” ujar Siti dengan nada tinggi di hadapan para pekerja.

‎Aksi protes yang didominasi oleh kaum ibu tersebut sempat memanas hingga terjadi adu mulut antara warga dan pekerja lapangan. Menghindari situasi yang lebih anarkis, jajaran perangkat kelurahan, kecamatan, BPBD, serta aparat kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan.

‎Saat ini, pihak kepolisian dan otoritas setempat berupaya memediasi pertemuan antara perwakilan warga dengan manajemen PT Jutam. Warga mengancam akan terus menghentikan seluruh aktivitas perusahaan di lokasi tersebut sampai ada kompensasi dan solusi teknis agar musibah serupa tidak terulang kembali.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemprov Kepri Jalankan Program DIGI-GO Internship, Upaya Perkuat Kompetensi ASN dan Transformasi Digital

11 Juni 2026 - 02:14 WIB

Polda Kepri Pastikan Situasi Batam Tetap Aman Jelang Rencana Aksi Unjuk Rasa pada Juli

10 Juni 2026 - 20:15 WIB

Investasi Batam Tumbuh Pesat: Penataan Infrastruktur dan Penanganan Banjir Jadi Prioritas BP Batam

10 Juni 2026 - 19:58 WIB

RSBP Siap Berikan Layanan Mudah, Cepat dan Berkualitas Bagi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

10 Juni 2026 - 19:51 WIB

Jaga Kualitas Layanan, PLN Belakang Padang Lakukan Manajemen Sambungan Rumah

10 Juni 2026 - 19:32 WIB

Trending di Batam