Bedah Buku “Semua Bisa Kaya” di Kurma 2026, Buku Karya Marviarum Kupas Makna Kaya Menurut Islam

MaklumatKepri.com -Ratusan pengunjung memadati sesi bedah buku “Semua Bisa Kaya” karya Marviarum Eka Ramdiati dalam rangkaian Kepulauan Riau Ramadhan Fair (Kurma) 2026 di One Batam Mall, Jumat (6/3/2026) sore.

Buku tersebut mengajak pembaca memahami makna kaya dari sudut pandang Islam, bukan semata tentang banyaknya harta, tetapi tentang rasa cukup, ketenangan hidup, serta keberkahan yang diperoleh melalui pengelolaan keuangan secara syariah.

Example 300x600

Dalam pemaparannya, Marviarum menjelaskan bahwa judul “Semua Bisa Kaya” dipilih bukan sekadar menggambarkan kekayaan materi seperti rumah mewah, mobil mahal, atau harta melimpah. Menurutnya, dalam perspektif Islam, makna kaya memiliki dimensi yang lebih luas.

“Dalam Islam, kaya itu bukan berarti memiliki segalanya secara materi. Kaya adalah ketika seseorang merasa cukup, hidup dengan tenang, dan mendapatkan keberkahan,” ujarnya di hadapan para peserta.

Marviarum menuturkan, buku tersebut ia selesaikan pada masa pandemi COVID-19, ketika aktivitas banyak dilakukan dari rumah sehingga memberinya waktu lebih untuk menulis. Proses penerbitannya pun tidak mudah, termasuk saat meluncurkannya di Gramedia Matraman.

Ia juga mengungkapkan bahwa memilih judul buku menjadi tantangan tersendiri. Judul tersebut harus mampu menarik perhatian berbagai kalangan sekaligus mencerminkan isi buku yang membahas pengelolaan keuangan secara syariah.

“Hadis riwayat Muhammad yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim menyebutkan bahwa kekayaan yang hakiki bukanlah banyaknya harta, melainkan rasa cukup. Itulah yang menjadi inti pembahasan di buku ini,” jelasnya.

Marviarum sendiri merupakan lulusan manajemen dari Universitas Indonesia. Saat ini ia aktif di berbagai organisasi, di antaranya sebagai Sekretaris Badan Otonom BPP HIPMI Syariah, Ketua UPZ Baznas HIPMI, serta bagian dari Departemen Keuangan Syariah Bidang II BPP HIPMI. Ia juga tercatat sebagai Duta Literasi dari Otoritas Jasa Keuangan. Sebelumnya, ia telah menulis sejumlah buku, di antaranya 27 Jurus Mapan Finansial (2019) dan Smart Mom’s Financial Stories (2019).

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus, menilai judul buku tersebut sangat menarik dan mampu memancing rasa ingin tahu pembaca.

“Dari judulnya saja sudah menarik. Siapa yang tidak mau kaya,” ujarnya.

Menurut Ardhienus, buku tersebut menyampaikan pesan bahwa menjadi kaya tidak harus berasal dari warisan atau latar belakang tertentu. Setiap orang memiliki peluang yang sama selama mampu mengelola keuangan dengan baik, termasuk memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

Ia berharap kegiatan literasi seperti ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak, sehingga di masa depan mereka dapat hidup lebih tenang, terutama saat memasuki usia tua.

“Literasi keuangan yang baik sangat penting. Dengan pengelolaan yang tepat, masyarakat bisa memiliki perencanaan keuangan yang lebih sehat,” katanya.

Kegiatan bedah buku ini juga dihadiri Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Adik Afrinaldi, serta menjadi salah satu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *