Kapolri Larang Seluruh Polri dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Polri Gunakan Vape atau Rokok Elektrik BP Batam Berikan Anugerah Investasi 2026, Apresiasi Kontribusi Investor bagi Pembangunan Batam Raih Gelar Winner First Face Kids Junior Indonesia 2026, Queenera Harumkan Nama Tanjungpinang Dilepas Wali Kota Lis, Kota Rebah Jadi Titik Awal Kirab Obor Porprov Kepri VI 2026 Sambut Kontingen PORPROV VI Kepri, Lis Harap Perkuat Persaudaraan Antar Daerah Bela Raffi Ahmad, Ketua Bidang Kastrat DPP GEMURA Rafi Amar Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

Nasional

Seruan Prabowo Penakut Menggema dalam Demo di DPR

badge-check


					Massa dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, 6 Maret 2026. Perbesar

Massa dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, 6 Maret 2026.

MaklumatKepri.com, Jakarta-MASSA aksi “Weekend Melawan” menyerukan kalimat penakut yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Seruan itu menggema keras di depan area Kompleks DPR, MPR, dan DPD, Jakarta Pusat.

Orator aksi Weekend Melawan Al Araf menjelaskan, kalimat penakut yang ditujukan kepada Prabowo dilandasi sikap Kepala Negara yang apatis manakala Amerika Serikat dengan sekutunya Israel menyerang wilayah Iran.

“Ketika terjadi suatu bentuk pelanggaran hukum internasional dan konstitusi, orang pertama yang harus bersikap adalah presiden. Sayangnya, itu tidak dilakukan,” kata Al Araf usai berorasi, Jumat, 6 Maret 2026.

Sebagai seorang presiden, kata dia, Prabowo mestinya berani menyatakan sikap bahwa imperialisme dan penjajahan yang dilakukan negara adikuasa harus dihapuskan di muka bumi.

Menurut dia, serangan yang dilakukan AS-Israel ke wilayah Iran pada akhir pekan lalu, merupakan bentuk penjajahan. Namun, Prabowo justru apatis kendati pimpinan politik lain seperti Jusuf Kalla maupun Megawati Soekarnoputri berani mengutuk dan mengecam serangan tersebut.

Al Araf mencurigai sikap apatis Prabowo terhadap pelanggaran hukum internasional yang dilakukan AS-Israel berkelindan dengan status keanggotaan Indonesia dalam forum Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Apalagi, dia mengatakan, Presiden AS Donald Trump merupakan Ketua sekaligus inisiator pembentukan forum yang ditujukan guna mewujudkan perdamaian itu. “Ini yang membuat Prabowo terkunci oleh Trump,” ujar Ketua Badan Pengurus Centra Initiative itu.

Karenanya, dia melanjutkan, koalisi masyarakat sipil dalam aksi Weekend Melawan mendesak Prabowo untuk menarik status keanggotaan Indonesia dalam BoP.

Al Araf menjelaskan, keluarnya Indonesia dalam BoP tak akan melemahkan upaya dan legitimasi guna mendorong perdamaian global. Upaya itu bisa dilakukan Indonesia melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun Dewan Keamanan PBB.

“Jadi, kalau ada yang menyatakan keluarnya Indonesia dari BoP hanya akan membuat kita jadi penonton, saya tegaskan itu keliru,” ucap Dosen Studi Pertahanan dan Keamanan Universitas Brawijaya itu.

Sebelumnya, desakan untuk mendorong Indonesia keluar dari keanggotaan BoP juga disampaikan Majelis Ulama Indonesia, perguruan tinggi, akademikus, hingga mahasiswa.

Tausiyah MUI dalam surat bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 mendesak agar pemerintah mencabut keanggotaan dari BoP. Alasannya, BoP tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina.

Penilaian ini diperkuat dengan sikap Donald Trump yang melakukan penyerangan bersama Israel ke wilayah Iran.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kapolri Larang Seluruh Polri dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Polri Gunakan Vape atau Rokok Elektrik

1 November 2026 - 23:37 WIB

Bela Raffi Ahmad, Ketua Bidang Kastrat DPP GEMURA Rafi Amar Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

1 November 2026 - 17:20 WIB

Bela Raffi Ahmad, Tokoh Pemuda Abdul Kohar Ruslan Ajak Publik Kedepankan Objektivitas dan Hentikan Politisasi

1 November 2026 - 17:17 WIB

Suket Penyetaraan SMA Gibran Batal Demi Hukum, Abah Elang Soroti Legitimasi Wapres

31 Oktober 2026 - 22:11 WIB

PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo

31 Oktober 2026 - 00:44 WIB

Trending di Nasional