Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin

Kepri

Harga Emas Jadi Penyumbang Inflasi Nasional Tertinggi

badge-check


					Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang Perbesar

Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang

MaklumatKepri.com, Tanjungpinang-Kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan inflasi nasional pada awal tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).

Dalam pemaparannya, Tito menjelaskan bahwa inflasi nasional secara year on year (yoy) per Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode Desember hingga Januari yang berada di kisaran 3,55 persen.

Menurut Tito, salah satu penyumbang terbesar inflasi berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatat kenaikan hingga 16,66 persen.

Di dalam kelompok tersebut, kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor yang memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap peningkatan inflasi.

“Secara teoritis angka 3,5 persen masih tergolong ringan, namun dampaknya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat terutama pada kelompok desil 1 hingga 4,” ujar Tito.

Tito menjelaskan bahwa kenaikan harga emas tidak terlepas dari dinamika ekonomi global. Situasi geopolitik dan konflik internasional turut memengaruhi pergerakan harga emas di pasar dunia.

Kondisi tersebut kemudian berdampak pada harga emas di dalam negeri yang mengalami kenaikan dan ikut memberi andil terhadap inflasi nasional.

Selain kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, kelompok perumahan, air, listrik, serta bahan bakar rumah tangga juga turut memberikan kontribusi terhadap inflasi nasional sebesar 16,19 persen.

Peringatan Kenaikan pada kelompok ini dipengaruhi oleh faktor subsidi energi pada Januari hingga Februari tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, inflasi nasional per Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen secara year on year.

Temukan lebih banyak Iklan berita Anambas travel Tanjungpinang

Angka ini berada sedikit di atas target inflasi pemerintah yang ditetapkan pada kisaran 2,5 persen dengan toleransi ±1 persen.

Meski demikian, pemerintah terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi melalui koordinasi bersama pemerintah daerah.

Rapat koordinasi yang digelar bersama kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut juga membahas berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga barang dan jasa di daerah

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri

5 November 2026 - 05:16 WIB

Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU

5 November 2026 - 05:13 WIB

Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin

5 November 2026 - 05:01 WIB

Wali Kota Lis: Kemitraan REI dan Pemda Buka Peluang Investasi di Tanjungpinang

5 November 2026 - 04:58 WIB

Pemko Siapkan Senggarang dan Kampung Bugis Jadi Pusat Ekonomi Baru Mulai 2027

5 November 2026 - 04:54 WIB

Trending di Tanjungpinang