Menu

Mode Gelap
Gelorakan Semangat Keteladanan Rasulullah, KKN Kelompok II UINSU 2026 Semarakkan Maulid Nabi di Desa Budaya Lingga, Tebarkan Dakwah dan Kepedulian bagi Yatim, Piatu, serta Kaum Dhuafa. Mahasiswa/i KKN Kelompok II UINSU Dorong UMKM Desa Budaya Lingga Naik Kelas melalui QRIS dan Rebranding Terong “Bre Tepu” Menjaga Generasi, Menjemput Masa Depan: KKN Kelompok II UINSU 2026 Gaungkan Gerakan Cegah Stunting di Desa Budaya Lingga Aktif Di BRICS, Ketua Umum PB PII AMSAL : Langkahnya Presiden Probowo Tepat dan Strategis KETUM LAM BATAM MINTA SEMUA PIHAK UNTUK DAPAT MENAHAN DIRI DAN MENJAGA BATAM TETAP AMAN, DAMAI DAN KONDUSIF Jihan Abdullah Terpilih Menjadi Ketua Umum DPP Hima Kosgoro1957 pada Mubeslub HIMA Kosgoro1957 yang diselenggarakan oleh PPK Kosgoro1957

Lingga

Warga Pekake Lingga Tolak Deforestasi Hutan Mereka

badge-check


					Warga Pekake Lingga Tolak Deforestasi Hutan Mereka Perbesar

MaklumatKepri.com, LINGGA – Masyarakat Desa Pekake, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, menyatakan penolakan terhadap aktivitas pembukaan lahan hutan yang diduga dilakukan oleh perusahaan kelapa sawit di wilayah mereka.

Penolakan itu disampaikan warga melalui rekaman video dan pesan suara yang beredar di masyarakat. Dalam dokumentasi tersebut, warga memperlihatkan kondisi hutan yang telah dibuka dan diratakan.

Hasil verifikasi gambar dan video oleh redaksi media ini menunjukkan area hutan yang sebelumnya tertutup vegetasi kini berubah menjadi lahan terbuka dalam skala luas.

Warga menilai aktivitas tersebut merusak lingkungan sekaligus mengancam ruang hidup dan tanah yang mereka klaim sebagai warisan leluhur.

“Tolong kami, tanah peninggalan orang tua kami dibuat seperti ini. Kami harus mengadu ke siapa lagi,” demikian isi pernyataan warga dalam rekaman yang beredar.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait aktivitas pembukaan lahan tersebut.

Sejumlah data menunjukkan deforestasi masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat angka deforestasi nasional pada 2022–2023 mencapai sekitar 104 ribu hektare.

Sementara itu, laporan Global Forest Watch menyebut Indonesia kehilangan sekitar 9,75 juta hektare tutupan hutan primer dalam periode 2002–2023.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) juga mencatat laju kehilangan hutan Indonesia dalam dua dekade terakhir termasuk yang tertinggi di kawasan tropis, meski menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam konteks perlindungan lingkungan, kawasan kepulauan, termasuk pulau-pulau kecil dan terluar, memiliki fungsi ekologis strategis dan kerentanan tinggi.

Karena itu, berbagai regulasi menegaskan bahwa wilayah tersebut tidak boleh menjadi sasaran aktivitas deforestasi yang berpotensi merusak ekosistem dan mengancam keberlanjutan kehidupan masyarakat setempat.

Kasus di Desa Pekake menambah daftar konflik antara masyarakat dan aktivitas industri berbasis lahan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya penegakan hukum serta perlindungan hutan, khususnya di wilayah kepulauan. (ANG)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lapangan Merdeka Bergemuruh, Nelayan Tangguh Unjuk Gigi

21 Agustus 2026 - 04:33 WIB

Bupati Nizar Hadir di Tengah Korban Puting Beliung Tanjung Kelit, Bukti Kepedulian Tak Selalu Diukur Angka

17 Juni 2026 - 02:34 WIB

Pemprov Kepri Telusuri Status Lahan Pulau Katang yang Dijual Rp65 Miliar di Media Sosial

4 Juni 2026 - 22:27 WIB

DPRD Lingga Panggil Perusahaan Sawit terkait Penggusuran Kebun Sagu Warga Pekaka

7 April 2026 - 21:53 WIB

Seleksi Bintara Polri 2026 di Lingga Diikuti 45 Peserta, Semua Lolos Tahap Awal

7 April 2026 - 21:52 WIB

Trending di Lingga