PB PII Kecam Dugaan Penggerebekan Ponpes Sukoharjo, Soroti Privasi dan Kehormatan Santriwati MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Daerah

PRIMA DMI SUMSEL Ajak Masyarakat Cermat Dalam Tanggapi Framing Menyesatkan Potongan Video Ceramah Kepada Pak JK

badge-check


					PRIMA DMI SUMSEL Ajak Masyarakat Cermat Dalam Tanggapi Framing Menyesatkan Potongan Video Ceramah Kepada Pak JK Perbesar

MaklumatKepri.Com. Palembang-Ketua Umum Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Provinsi Sumsel Masa Khidmat 2023-2027 Asmuni Falahul Faleh M.Pd.I menyatakan Sikap bahwa Framing menyesatkan potongan video ceramah kepada Wakil Presiden RI ke-10 (2004–2009) dan ke-12 (2014–2019) Bapak Dr. (Hc) Drs. HM. Jusuf Kalla, MM terkait dengan tudingan penistaan agama yang belakangan mencuat ke publik.

Dalam keterangan tertulis tertanggal Kamis (16/04/2026) yang diterima redaksi, Ketua Umum PRIMA DMI Sumsel Asmuni tersebut menilai pernyataan Bapak HM. Jusuf Kalla kerap dipotong dan di politisir, khususnya dalam konteks pembahasan konflik di Poso dan Ambon.

“seharusnya kita lihat terlebih dahulu pernyataan beliau secara utuh dan komprehensif, tidak sepotong-sepotong. Jika dipahami secara lengkap, justru itu adalah upaya menjelaskan proses perdamaian,” ujar Asmuni.

Menurut mereka, peran Bapak HM Jusuf Kalla dalam penyelesaian konflik horizontal di Poso dan Ambon merupakan bagian penting dari sejarah rekonsiliasi nasional.

Mereka menilai narasi yang berkembang saat ini berpotensi menyesatkan publik apabila tidak disertai pemahaman konteks secara komprehensif dan orisinil kontek.

“Pak JK adalah tokoh yang berkontribusi besar dalam menciptakan perdamaian. Pernyataan beliau tidak bisa dilepaskan dari pengalaman sebagai tokoh perdamaian,” lanjutnya.

Asmuni juga mengajak dan menghimbau pihak-pihak yang melaporkan dugaan penistaan agama agar lebih cermat dan objektif dalam menilai suatu pernyataan, dengan menonton rekaman video secara penuh sebelum mengambil kesimpulan.

Mereka menegaskan bahwa langkah klarifikasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga kondusivitas serta mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Kami mengajak semua pihak khsusunya masyarakat untuk mengedepankan kejernihan berpikir dan tidak mudah terkontaminasi, dan  terprovokasi oleh potongan informasi dan narasi yang tidak utuh,” demi menjaga persatuan dan kesatuan antar umat beragama seyogyanya semuanya harus menahan diri agar tidak menimbulkan gejolak secara horizontal dan pro kontra berkepanjangan, krn bangsa Indonesia selalu mengedepankan persaudaraan dan khasanah keilmuan dan akal sehat bukan ego sektoral tutup pernyataan tersebut.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hj.Eva Susanti Apresiasi Posbakum YBH-SSB, Dorong Sinergi Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin di Palembang

28 Oktober 2026 - 22:36 WIB

Pengamat: Yayasan IGM Perlu Jujur Akui Ada Aktivitas Komersial, Status Nirlaba Tak Otomatis Bebas PBB

28 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Harmoni Asa Usung Semangat Restorasi, Tawarkan Penguatan Aspirasi dan Pengembangan Kompetensi Mahasiswa POLSRI

28 Oktober 2026 - 01:36 WIB

PW PII Kalbar Bersama PD PII Pontianak Audiensi dengan Disporapar, Dorong Pengembangan Potensi dan Kepemimpinan Pemuda Pelajar

21 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Lemahnya Kelembagaan DPRD Sumsel Sikapi Karhutla, Pengamat: PAW Bisa Jadi Jalan Penyegaran

19 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Trending di Sumatera Selatan