Batam Luncurkan BATAMMAS, Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Aset Daerah Pimpinan Pusat PRIMA DMI Desak Kapolri Usut Tuntas Kasus Intimidasi Santriwati di Sukoharjo dan Copot Kapolda Jawa Tengah Temuid Indonesia Resmi Berbadan Hukum, Buka Pintu Kolaborasi Untuk Anak Muda Se-Indonesia Sejumlah Kontingen Melaju ke Semifinal Sepak Takraw Porprov VI Kepri 2026 Gol Hafidl Menit ke-63 Antar Tanjungpinang Menang 1-0 atas Anambas Teguh Susanto Kalungkan Medali, Apresiasi Prestasi Atlet Barongsai Porprov VI Kepri

Tanjungpinang

Wali Kota Lis: Kebijakan Daerah Harus Jawab Kebutuhan Masyarakat

badge-check


					Wali Kota Lis: Kebijakan Daerah Harus Jawab Kebutuhan Masyarakat Perbesar

Maklumatkepri.com. Kota Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyampaikan arah kebijakan daerah tetap mengacu pada panduan nasional, yakni Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Lis, pelaksanaan otonomi daerah tidak hanya soal menjalankan program, tetapi juga memastikan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Program-program pemerintah daerah tidak sekadar seremoni. Kita harus melihat kebutuhan yang mendasar di masyarakat, seperti bagaimana mendorong ekonomi kerakyatan yang bisa dirasakan langsung,” ujarnya usai upacara Hardiknas dan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Lapangan Dewa Ruci, Sabtu (2/5/2026).

Ia menyebut, penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu fokus yang lebih realistis untuk menjawab tantangan di tingkat daerah.

“Kalau bicara ekonomi nasional mungkin berat, tapi paling tidak yang dekat dengan masyarakat itu ekonomi kerakyatan. Itu yang kita dorong,” kata Lis.

Terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional, ia mengatakan momentum tersebut digunakan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan, termasuk pemerataan dan kesejahteraan guru.

“Upaya pemerintah bagaimana menciptakan guru yang berkualitas, sejahtera, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Capaian pendidikan di Tanjungpinang, lanjut Lis, sudah berjalan cukup baik, termasuk angka partisipasi sekolah. Namun, masih ada persepsi di masyarakat bahwa pendidikan membutuhkan biaya besar.

Saat ini, sebagian besar jenjang pendidikan telah ditanggung negara. Program sekolah rakyat menjadi salah satu upaya untuk menjangkau anak-anak yang putus sekolah maupun dari keluarga kurang mampu.

“Masih ada anggapan sekolah itu mahal. Padahal sebagian besar sudah ditanggung negara. Program sekolah rakyat ini salah satu solusi agar anak-anak tetap bisa mendapatkan pendidikan,” kata Lis.

Lis menambahkan, peningkatan akses pendidikan menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam mengatasi kemiskinan.

“Memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang tidak mampu menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tutupnya.

Perwarta : EL
Sumber : Diskominfo TPI
Redaksi : AKM

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sejumlah Kontingen Melaju ke Semifinal Sepak Takraw Porprov VI Kepri 2026

2 November 2026 - 22:18 WIB

Gol Hafidl Menit ke-63 Antar Tanjungpinang Menang 1-0 atas Anambas

2 November 2026 - 22:14 WIB

Teguh Susanto Kalungkan Medali, Apresiasi Prestasi Atlet Barongsai Porprov VI Kepri

2 November 2026 - 22:09 WIB

Karimun Dominasi Cabor Barongsai Porprov VI Kepri 2026, Borong Lima Medali Emas

2 November 2026 - 17:26 WIB

Tim Futsal Tanjungpinang Taklukkan Lingga 5-0 pada Penyisihan Porprov VI Kepri 2026

2 November 2026 - 17:21 WIB

Trending di Olahraga