Batam Luncurkan BATAMMAS, Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Aset Daerah Pimpinan Pusat PRIMA DMI Desak Kapolri Usut Tuntas Kasus Intimidasi Santriwati di Sukoharjo dan Copot Kapolda Jawa Tengah Temuid Indonesia Resmi Berbadan Hukum, Buka Pintu Kolaborasi Untuk Anak Muda Se-Indonesia Sejumlah Kontingen Melaju ke Semifinal Sepak Takraw Porprov VI Kepri 2026 Gol Hafidl Menit ke-63 Antar Tanjungpinang Menang 1-0 atas Anambas Teguh Susanto Kalungkan Medali, Apresiasi Prestasi Atlet Barongsai Porprov VI Kepri

Tanjungpinang

Wali Kota Lis Tertarik Konsep Waste to Money Banyumas dalam Pengelolaan Sampah

badge-check


					Wali Kota Lis Tertarik Konsep Waste to Money Banyumas dalam Pengelolaan Sampah Perbesar

Maklumatkepri.com. Kota Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular, Rabu (13/5).

Dalam kunjungan tersebut, Lis mempelajari konsep waste to money yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Banyumas sebagai model pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada pengurangan volume limbah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sistem pengelolaan sampah di Banyumas dilakukan mulai dari pemilahan sampah di tingkat sumber hingga pengolahan di TPS3R dan TPST yang dikelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Residu hasil pengolahan kemudian dikirim ke TPST Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) untuk diproses lebih lanjut.

Melalui pengolahan tersebut, sampah menghasilkan berbagai produk turunan bernilai guna, seperti material anorganik bernilai ekonomis, maggot untuk pakan ternak, produk hasil pirolisis, paving block, hingga Refuse Derived Fuel (RDF). Hasil pengelolaan itu selanjutnya menjadi sumber pendapatan yang dimanfaatkan untuk mendukung biaya operasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat.

Lis menilai konsep waste to money yang diterapkan di Banyumas menjadi salah satu inovasi pengelolaan sampah yang menarik karena mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan konsep ini, sampah diolah menjadi sumber pendapatan yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung biaya operasional pengelolaan sampah,” ujarnya.

Menurut Lis, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mengelola sampah menjadi potensi ekonomi melalui sistem pengelolaan terpadu dapat menjadi referensi bagi Kota Tanjungpinang dalam mengembangkan pola penanganan sampah yang modern dan berkelanjutan.

“Dengan sistem pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Lis juga meninjau langsung TPST BLE Banyumas yang menjadi salah satu contoh transformasi pengelolaan sampah modern berbasis prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan teknologi untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk turunan bernilai guna.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sejumlah Kontingen Melaju ke Semifinal Sepak Takraw Porprov VI Kepri 2026

2 November 2026 - 22:18 WIB

Gol Hafidl Menit ke-63 Antar Tanjungpinang Menang 1-0 atas Anambas

2 November 2026 - 22:14 WIB

Teguh Susanto Kalungkan Medali, Apresiasi Prestasi Atlet Barongsai Porprov VI Kepri

2 November 2026 - 22:09 WIB

Karimun Dominasi Cabor Barongsai Porprov VI Kepri 2026, Borong Lima Medali Emas

2 November 2026 - 17:26 WIB

Tim Futsal Tanjungpinang Taklukkan Lingga 5-0 pada Penyisihan Porprov VI Kepri 2026

2 November 2026 - 17:21 WIB

Trending di Olahraga