Menu

Mode Gelap
Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Menumbuhkan Mimpi di Tanah Rempang-Galang BP Batam Perkuat Transformasi Digital melalui Pengembangan Super Apps Kepala BP Batam: Sekolah Rakyat Merah Putih Prioritaskan Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera Tutup Orientasi Mabigus, Wawako Raja Ariza Tekankan Penguatan Pendidikan Karakter Deadlock Mediasi 28 Juli 2026, Masyarakat Mesuji Lanjutkan Reklaming Lahan di Blok O:40, 41, 42 Wawako Raja Ariza: Event Olahraga Buka Ruang Promosi Produk UMKM

Tanjungpinang

Wali Kota Lis Tertarik Konsep Waste to Money Banyumas dalam Pengelolaan Sampah

badge-check


					Wali Kota Lis Tertarik Konsep Waste to Money Banyumas dalam Pengelolaan Sampah Perbesar

Maklumatkepri.com. Kota Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular, Rabu (13/5).

Dalam kunjungan tersebut, Lis mempelajari konsep waste to money yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Banyumas sebagai model pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada pengurangan volume limbah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sistem pengelolaan sampah di Banyumas dilakukan mulai dari pemilahan sampah di tingkat sumber hingga pengolahan di TPS3R dan TPST yang dikelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Residu hasil pengolahan kemudian dikirim ke TPST Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (BLE) untuk diproses lebih lanjut.

Melalui pengolahan tersebut, sampah menghasilkan berbagai produk turunan bernilai guna, seperti material anorganik bernilai ekonomis, maggot untuk pakan ternak, produk hasil pirolisis, paving block, hingga Refuse Derived Fuel (RDF). Hasil pengelolaan itu selanjutnya menjadi sumber pendapatan yang dimanfaatkan untuk mendukung biaya operasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat.

Lis menilai konsep waste to money yang diterapkan di Banyumas menjadi salah satu inovasi pengelolaan sampah yang menarik karena mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan konsep ini, sampah diolah menjadi sumber pendapatan yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung biaya operasional pengelolaan sampah,” ujarnya.

Menurut Lis, keberhasilan Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mengelola sampah menjadi potensi ekonomi melalui sistem pengelolaan terpadu dapat menjadi referensi bagi Kota Tanjungpinang dalam mengembangkan pola penanganan sampah yang modern dan berkelanjutan.

“Dengan sistem pengelolaan sampah terpadu yang berkelanjutan, pengelolaan sampah tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Lis juga meninjau langsung TPST BLE Banyumas yang menjadi salah satu contoh transformasi pengelolaan sampah modern berbasis prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan teknologi untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk turunan bernilai guna.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tutup Orientasi Mabigus, Wawako Raja Ariza Tekankan Penguatan Pendidikan Karakter

2 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Wawako Raja Ariza: Event Olahraga Buka Ruang Promosi Produk UMKM

2 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Diskusi dari Hati ke Hati, Ketua Kwarcab Weni Sampaikan Materi Dihadapan Kepala Sekolah

2 Agustus 2026 - 14:44 WIB

Diskusi dari Hati ke Hati, Ketua Kwarcab Weni Sampaikan Materi Dihadapan Kepala Sekolah

2 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Kondisi Permukiman Jadi Pertimbangan, 105 Rumah Warga Tanjung Unggat Dapat Bantuan RTLH

2 Agustus 2026 - 14:31 WIB

Trending di Tanjungpinang