Maklumatkepri.com. Batam-Dalam upaya mendorong inovasi di bidang sains dan teknologi, SMA Negeri 2 Batam sukses menyelenggarakan STEM Festival dengan tema “Teknologi Cerdas untuk Keselamatan Lingkungan dan Kehidupan Berkelanjutan”. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini menjadi ajang unjuk kreativitas siswa dalam memanfaatkan Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) untuk menciptakan solusi cerdas bagi kehidupan sehari-hari.
STEM Festival resmi dibuka oleh perwakilan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) yang dihadiri oleh Kabag Tata Usaha, Ibu Chily Balqis, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa STEM merupakan pendekatan yang memanfaatkan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika untuk menjawab tantangan kehidupan sehari-hari. “STEM bukan sekadar mata pelajaran, tetapi cara berpikir untuk menciptakan solusi nyata bagi lingkungan dan efisiensi hidup,” ujarnya.
Kepala SMA Negeri 2 Batam, Ade Karnesyah, M.Pd, turut mengapresiasi gelaran STEM Festival sebagai ajang teknologi tepat guna yang dibuat oleh siswa-siswi SMA Negeri 2 Batam. Beliau berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan jiwa inovatif dan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan generasi muda.

Acara yang berlangsung meriah ini turut mengundang berbagai unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Uspika) Belakang Padang, di antaranya:
· Camat Belakang Padang
· Kantor Urusan Agama (KUA) Belakang Padang
· Puskesmas Belakang Padang
· Koramil Belakang Padang
· Posal Sabu
· Kapolsek Belakang Padang
· Lurah Tanjung Sari
· Lurah Sekanak Raya
Selain itu, hadir pula perwakilan dari instansi dan lembaga lainnya, seperti SMP Negeri 1 Batam, SMP Negeri 2 Batam, MTs Negeri 2 Batam, Imigrasi Belakang Padang, PLN Belakang Padang, BLUD UPT Air Bersih, Amanatul Ummah, PGRI Belakang Padang, serta Komite SMA Negeri 2 Batam. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dan berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Belakang Padang.
Melalui STEM Festival ini, SMA Negeri 2 Batam berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan solutif dalam menghadapi tantangan lingkungan dan keberlanjutan hidup di masa depan. (red)











