Menu

Mode Gelap
Pengukuhan Pengurus PERBASI Tanjungpinang 2026–2030, Pemko Tanjungpinang Komitmen Dukung Kemajuan Olahraga Festival Penyengat Heritage 2026 Satukan Tiga Negara, 200 Jong Hidupkan Wisata Maritim Kepri BNN Tanjungpinang Gaungkan Hidup Sehat Lawan Narkoba Kota Tanjungpinang-Kepengurusan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Cabang Kota Tanjungpinang masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan, kegiatan berlangsung di Hotel Pelangi Tanjungpinang, Minggu (21/6/2026). Ketua Panitia Pelaksana, Firdaus mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial pengukuhan pengurus, tetapi juga sebagai momentum membangun komitmen bersama untuk menghadirkan arah baru dalam pengembangan bola basket. “Melalui kepengurusan yang baru, diharapkan muncul semangat baru dalam meningkatkan kualitas pembinaan, pengembangan SDM, serta menciptakan ekosistem bola basket yang lebih baik di Tanjungpinang,” ujarnya. Ketua Umum PERBASI Kota Tanjungpinang terpilih, Hengki Lahlan menyampaikan bahwa perkembangan olahraga bola basket membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, sekolah, klub, maupun masyarakat. Menurutnya, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun prestasi bola basket Tanjungpinang ke depan. Ia juga mengapresiasi para sponsor dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kegiatan tersebut. “Melalui berbagai program dan terobosan, termasuk program One and One, PERBASI Kota Tanjungpinang berkomitmen mencetak generasi atlet muda yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” kata Hengki. Mewakili Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang, Ruli Friady menyampaikan pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat organisasi serta meningkatkan pembinaan olahraga bola basket di Kota Tanjungpinang. Ini juga merupakan momentum penting untuk memperkuat olahraga, khususnya bola basket yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun atlet yang memiliki karakter dan semangat juang. “Selamat kepada pengurus PERBASI yang telah dilantik. Semoga kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga di Kota Tanjungpinang,” ujar Ruli. Ruli juga mendorong PERBASI untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif serta memperluas sinergi bersama sekolah, klub, komunitas, dan berbagai elemen lainnya dalam menjaring serta mengembangkan talenta muda. Lebih lanjut, Ruli juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam mendukung kemajuan olahraga melalui penyediaan sarana dan prasarana yang saat ini masih terus berproses dalam mempersiapkan berbagai administrasi terkait rencana pembangunan stadion/gor yang nantinya diharapkan dapat menjadi fasilitas pendukung bagi pengembangan olahraga, termasuk bola basket. “Melalui kolaborasi dan kerja bersama seluruh pihak, pembinaan yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih dan atlet, serta penyediaan fasilitas yang memadai, kita optimistis bola basket dan cabang olahraga lainnya di Tanjungpinang dapat terus berkembang dan mampu mencetak atlet-atlet yang mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.  Sumber: MC TPI Redaksi:  Polsek Belakang Padang dan Dishub Tertibkan Parkir di Pelabuhan Kuning MW KAHMI dan MW FORHATI Kepri Gelar Sunat Massal Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Wujud Nyata Kepedulian Kepada Masyarakat

Batam

Pekerja SPPG Hanya Demo 15 Menit di Batam, Akademisi Kritisi Gerakan Aksi: Harus Organik

badge-check


					Massa dari Aliansi Relawan Pekerja Dapur Makan Bergizi Gratis Kota Batam menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Batam, sabtu 20 Juni 2026 Perbesar

Massa dari Aliansi Relawan Pekerja Dapur Makan Bergizi Gratis Kota Batam menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Batam, sabtu 20 Juni 2026

Maklumatkepri.com. Batam-Aksi ratusan pekerja dan relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di depan Gedung DPRD Kota Batam, Sabtu, 20 Juni 2026, berlangsung singkat. Massa hanya berorasi sekitar 15 menit sebelum membubarkan diri secara tertib.

Namun bagi akademisi Universitas Putera Batam, Miftahul Huda, durasi aksi bukan persoalan utama. Yang lebih penting adalah menguji substansi tuntutan dan kepentingan yang berada di balik demonstrasi tersebut.

“Aksi 15 menit atau satu jam tidak masalah. Yang perlu dikritisi adalah isi tuntutannya. Apa yang diperjuangkan, siapa yang diuntungkan, dan apakah aspirasi itu benar-benar lahir dari bawah atau ada kepentingan tertentu di belakangnya,” kata Huda kepada Batamnews, Sabtu, 20 Juni 2026.

Menurut dia, demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi. Hak menyampaikan pendapat, baik yang mendukung maupun mengkritik suatu kebijakan, merupakan bagian dari prinsip demokrasi yang harus dihormati.

Meski begitu, Huda mengingatkan agar setiap aksi tetap menjaga independensi dan tidak menjadi alat kepentingan kelompok tertentu.

“Secara hukum demonstrasi dijamin undang-undang. Tapi secara etika, gerakan itu idealnya organik. Jangan sampai ada massa bayaran, penunggangan, atau kepentingan segelintir pihak. Aspirasi harus murni agar masyarakat tahu kepentingan siapa yang sedang diperjuangkan,” ujarnya.

Aksi yang digelar Aliansi Relawan Pekerja Dapur MBG Kota Batam itu membawa lima tuntutan. Mereka menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, meminta pemerintah memperkuat pengawasan, serta menolak upaya yang dianggap menghambat program tersebut.

Aksi ini muncul dua hari setelah Aliansi Mahasiswa Bergerak (AMB) Kota Batam menggelar demonstrasi di lokasi yang sama. Berbeda dengan pekerja MBG, mahasiswa justru meminta pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh program tersebut dengan alasan besarnya anggaran yang dikucurkan negara.

Bagi Huda, perbedaan sikap tersebut merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun ia menilai perdebatan seharusnya tidak berhenti pada posisi mendukung atau menolak, melainkan menyentuh persoalan tata kelola program.

Ia menilai MBG perlu dievaluasi secara menyeluruh karena menggunakan anggaran negara yang sangat besar. Menurut dia, pengawasan eksternal harus diperkuat untuk mencegah penyimpangan dan memastikan manfaat program benar-benar dirasakan anak-anak sebagai penerima manfaat utama.

“Program ini sebenarnya untuk anak-anak. Jangan sampai orientasinya bergeser menjadi kepentingan pengelola, mitra, atau pemilik dapur. Kalau pengawasannya lemah, tujuan baik program bisa rusak karena penyalahgunaan anggaran,” katanya.

Huda juga menyoroti perlunya keterlibatan lembaga pengawas seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengawasi penggunaan anggaran MBG.

Menurut dia, besarnya dana yang dialokasikan pemerintah menuntut mekanisme pengawasan yang lebih ketat dan transparan agar tidak menjadi ruang bagi praktik korupsi.

Di sisi lain, ia menilai kelompok yang mengkritik maupun mendukung MBG harus menyampaikan posisi yang lebih tegas. Jika menginginkan evaluasi, kata dia, tuntutan tersebut harus disertai argumentasi yang jelas dan pengawalan pascaaksi.

“Jangan berhenti di demonstrasi. Setelah tuntutan disampaikan, harus ada pengawalan agar publik tahu sejauh mana aspirasi itu ditindaklanjuti,” ujarnya. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polsek Belakang Padang dan Dishub Tertibkan Parkir di Pelabuhan Kuning

21 Juni 2026 - 14:13 WIB

Polemik MBG di Kota Batam: Jangan Jadikan Anak sebagai Alat Tarik-Menarik Kepentingan

21 Juni 2026 - 13:57 WIB

Dinas Pendidikan Kota Batam Diduga Kerahkan Guru dan Murid Dukung MBG

21 Juni 2026 - 04:07 WIB

Sekda Batam Apresiasi Rute Baru Wings Air Batam-Pangkalpinang, Perkuat Konektivitas Kepulauan

19 Juni 2026 - 23:09 WIB

BP Batam Jemput Bola, 11 Titik Banjir Langsung Disisir Setelah RDP DPR RI

19 Juni 2026 - 19:07 WIB

Trending di Batam