Batam Luncurkan BATAMMAS, Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Aset Daerah Pimpinan Pusat PRIMA DMI Desak Kapolri Usut Tuntas Kasus Intimidasi Santriwati di Sukoharjo dan Copot Kapolda Jawa Tengah Temuid Indonesia Resmi Berbadan Hukum, Buka Pintu Kolaborasi Untuk Anak Muda Se-Indonesia Sejumlah Kontingen Melaju ke Semifinal Sepak Takraw Porprov VI Kepri 2026 Gol Hafidl Menit ke-63 Antar Tanjungpinang Menang 1-0 atas Anambas Teguh Susanto Kalungkan Medali, Apresiasi Prestasi Atlet Barongsai Porprov VI Kepri

Batam

Polemik MBG di Kota Batam: Jangan Jadikan Anak sebagai Alat Tarik-Menarik Kepentingan

badge-check


					Polemik MBG di Kota Batam: Jangan Jadikan Anak sebagai Alat Tarik-Menarik Kepentingan Perbesar

Oleh: Iman Ghazali 

Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam belakangan ini semakin menghangat. Aksi mahasiswa yang menuntut evaluasi hingga penghentian program MBG kemudian disusul aksi para pekerja dapur MBG yang meminta program tersebut tetap dilanjutkan karena telah membuka lapangan pekerjaan bagi banyak masyarakat.

Terbaru, publik kembali dihadapkan pada aksi damai yang melibatkan anak-anak sekolah untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan MBG. Aksi tersebut bahkan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam.
Sebagai warga Kota Batam, saya menilai penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara. Mahasiswa berhak menyampaikan kritik, begitu pula para pekerja berhak memperjuangkan nasib mereka. Namun, pelibatan peserta didik dalam polemik kebijakan publik perlu menjadi perhatian serius.

Anak-anak harus ditempatkan sebagai subjek yang dilindungi, bukan dijadikan bagian dari tarik-menarik kepentingan. Dunia pendidikan semestinya tetap menjadi ruang yang netral, aman, dan fokus pada proses pembelajaran.
Kehadiran peserta didik dalam aksi tersebut tentu menimbulkan pertanyaan publik. Apalagi, aksi itu juga diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam. Kondisi ini patut dievaluasi agar tidak menimbulkan persepsi bahwa institusi pendidikan telah masuk ke dalam pusaran perdebatan kebijakan publik.

Program MBG pada dasarnya memiliki tujuan yang baik, yakni meningkatkan kualitas gizi dan mencegah stunting. Namun, dukungan maupun kritik terhadap program tersebut seharusnya disampaikan melalui ruang dialog, kajian, dan evaluasi yang objektif, bukan dengan melibatkan anak-anak dalam arena polemik.

Pada akhirnya, kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai masa depan generasi penerus justru terseret ke dalam perdebatan yang belum tentu mereka pahami secara utuh.

Penulis.
Ketua Umum HMI komisariat Al Aziz Kota Batam

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Batam Luncurkan BATAMMAS, Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Aset Daerah

3 November 2026 - 17:20 WIB

Kendalikan Inflasi Daerah, Amsakar Dorong Gerakan Urban Farming di Batam

2 November 2026 - 15:51 WIB

Amsakar Instruksikan Percepatan Serapan Anggaran Pemko dan BP Batam

2 November 2026 - 13:25 WIB

Amsakar Optimistis Batam Pertahankan Gelar Juara Umum Porprov Kepri VI 2026

2 November 2026 - 13:20 WIB

Bawa Nama Batam ke Yogyakarta, Bahana Barelang Drum Corps Siap Rebut Piala Raja HB X

2 November 2026 - 13:14 WIB

Trending di Batam