Amsakar dan Zulkifli Hasan Dorong Pers Profesional, Berintegritas, dan Kontributif bagi Pembangunan Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan Groundbreaking SWRO Kabil: Investasi Rp 600 Miliar, Perkuat Pasokan Air Data Centre Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin

Tanjungpinang

Wali Kota Lis Cari Jalan Keluar Keluhan Wisatawan Mancing soal Hasil Tangkapan

badge-check


					Wali Kota Lis Cari Jalan Keluar Keluhan Wisatawan Mancing soal Hasil Tangkapan Perbesar

Maklumatkepri.com. Kota Tanjungpinang – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan wisatawan mancing dari luar negeri mulai berkurang datang melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura. Kondisi itu berkaitan dengan keluhan wisatawan yang kesulitan membawa pulang hasil tangkapan ikan.

Informasi tersebut diperoleh dari pelaku usaha perjalanan wisata yang melayani wisatawan, terutama dari Malaysia. Sebagian wisatawan memilih meninggalkan hasil tangkapannya, sementara sebagian lainnya beralih menggunakan pintu masuk di daerah lain.

“Setelah kami cek, persoalannya sederhana, yaitu ketika mereka membawa box hasil pancingan untuk pulang, selalu ditahan,” kata Lis, Jumat (10/7/2026).

Persoalan itu muncul di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat, selama Januari hingga Mei 2026 jumlah kunjungan mencapai 837.015 orang atau naik 17,61 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.605 wisatawan masuk melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura atau sekitar 3,18 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau. Jumlah itu masih berada di bawah Batam, Bintan, dan Karimun.

Keluhan mengenai hasil tangkapan ikan, lanjut Lis, sudah beberapa kali disampaikan agen perjalanan dari Malaysia kepada mitra usaha wisata di Tanjungpinang. Persoalan tersebut perlu segera dicarikan jalan keluar agar tidak memengaruhi minat wisatawan memilih Tanjungpinang sebagai tujuan wisata mancing.

Karena itu, Lis telah berkomunikasi dengan Bea Cukai dan Kantor Imigrasi untuk membahas persoalan tersebut bersama instansi terkait.

“Saya sudah menghubungi Kepala Bea Cukai dan juga berkomunikasi dengan Kepala Imigrasi. Kami berharap bisa duduk bersama mencari solusi,” ujarnya.

Lis berharap seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam mendukung sektor pariwisata di Tanjungpinang. Menurutnya, kemudahan bagi wisatawan tetap dapat diupayakan tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku.

“Kita harus punya komitmen bersama agar pengembangan Tanjungpinang menjadi kota wisata tidak sia-sia,” tutupnya.

Sumber: MC TPI
Redaksi: Joni

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tuan Rumah Tanjungpinang Raih Emas, Perak dan Perunggu pada Cabor Panjat Tebing Porprov VI Kepri

5 November 2026 - 05:16 WIB

Dirjen Otda Siap Fasilitasi Usulan Pembangunan Embung ke Kementerian PU

5 November 2026 - 05:13 WIB

Dandim 0315/Tanjungpinang Silaturahmi, Wali Kota Lis Harapkan Sinergi Terus Terjalin

5 November 2026 - 05:01 WIB

Wali Kota Lis: Kemitraan REI dan Pemda Buka Peluang Investasi di Tanjungpinang

5 November 2026 - 04:58 WIB

Pemko Siapkan Senggarang dan Kampung Bugis Jadi Pusat Ekonomi Baru Mulai 2027

5 November 2026 - 04:54 WIB

Trending di Tanjungpinang