MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Kepulauan Riau

BI Kepri: Ekonomi Kepulauan Riau Tahun 2026 Masih Berkinerja Positif

badge-check


					Seorang pekerja di proyek pemotongan baja di PT Saipem Indonesia Karimun Yard. Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto menyampaikan sektor industri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau. (Dokumen DISKOMINFO KEPRI/Ziqri) Perbesar

Seorang pekerja di proyek pemotongan baja di PT Saipem Indonesia Karimun Yard. Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto menyampaikan sektor industri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau. (Dokumen DISKOMINFO KEPRI/Ziqri)

Maklumatkepri.com. Dompak-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, menyampaikan bahwa perekonomian Kepulauan Riau hingga tahun 2026 masih menunjukkan kinerja yang positif dengan didukung pertumbuhan investasi, sektor industri, serta meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kami melihat fundamental ekonomi Kepulauan Riau masih cukup kuat. Investasi terus meningkat dan sektor industri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rony dalam High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Kepulauan Riau yang berlangsung di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Senin (3/8/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa inflasi masih menjadi tantangan yang harus terus dikendalikan. Berdasarkan data terbaru, inflasi Kepulauan Riau telah menurun menjadi 4,24 persen, namun masih berada di atas batas atas sasaran inflasi nasional.

Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi tingginya inflasi di Kepulauan Riau adalah meningkatnya permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional, khususnya di Kota Batam, yang dipengaruhi oleh tingginya kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kami berharap melalui penguatan sinergi TPID, pelaksanaan operasi pasar, peningkatan produksi pangan lokal, serta berbagai program pengendalian inflasi lainnya, inflasi di Kepulauan Riau dapat terus menurun dan kembali berada pada sasaran nasional,” tutup Rony.

Sumber: MC Kepri
Editior  : Redaksi

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

3.100 Pelari Ikuti BTN KEPRI MoonRun 2026, Lari Malam Menjelajah Warisan Budaya Tanjungpinang

30 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pakuwon City Batam Resmi Mulai Dibangun, Ada Mall hingga Hotel Bintang 5

30 Oktober 2026 - 02:18 WIB

BKOW Kepri Dorong Perempuan Mandiri Ekonomi Melalui Pelatihan Membuat Kue

30 Oktober 2026 - 00:47 WIB

Gubernur Ansar Buka Bimtek Keluarga Berintegritas, KPK Dorong Pencegahan Korupsi Dimulai dari Keluarga

29 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Cegah Pembakaran Sampah di Tengah Darurat Asap

29 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Trending di Kepulauan Riau