Maklumatkepri.com. Dompak-Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menghadiri sekaligus memimpin Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Kepulauan Riau di Ballroom Hotel Aston Pelita, Kota Batam, Senin (31/8/2026).
Rakerda menjadi momentum konsolidasi strategis bagi kepengurusan baru pasca-Musda HKTI Kepri. Kegiatan mengusung tema “Memperkuat Konsolidasi, Membangun Kolaborasi Mewujudkan Ketahanan Pangan Kepri.”

Nyanyang yang juga Ketua DPD HKTI Kepri mengatakan, Rakerda menjadi ruang bagi kepengurusan baru untuk menyusun arah kebijakan dan menetapkan program prioritas HKTI Kepri selama lima tahun ke depan.
“Pelaksanaan rapat kerja kali ini diharapkan menjadi kesempatan bagi HKTI Kepri untuk menyusun dan menjalankan program kerja yang menjadi prioritas selama lima tahun ke depan,” ujar Nyanyang.

Foto bersama Pengurus HKTI Kepri.
Ia menyampaikan sejumlah program yang akan menjadi fokus HKTI Kepri, di antaranya Gerakan Membangun Ketahanan Pangan dari Pekarangan (Gerbang Pangan), hilirisasi komoditas lokal, modernisasi pertanian, sinergi stok pangan, serta pembagian peran spesifik antardaerah.
Menurut Nyanyang, program tersebut membutuhkan kolaborasi lintas lembaga agar Kepri semakin mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat melalui potensi daerah sendiri.
“Kita akan mengupayakan kolaborasi lintas lembaga dalam menjalankan berbagai program untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan masyarakat Kepri agar tidak selalu bergantung dari daerah lain,” katanya.
Upaya tersebut, lanjutnya, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya misi mewujudkan swasembada pangan serta pembangunan yang dimulai dari desa dan lapisan masyarakat paling bawah.
Rakerda dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri Dr. Rika Azmi, jajaran DPC HKTI se-Kepulauan Riau, serta tamu undangan lainnya.
Melalui Rakerda I, HKTI Kepri diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun kolaborasi yang lebih konkret dalam mendorong ketahanan pangan dan kemajuan sektor pertanian di Kepulauan Riau. (Red)












