Menu

Mode Gelap
Amsakar: Budaya Melayu Perkuat Identitas dan Pariwisata Batam Amsakar Dorong Bass Cup Jadi Ajang Pembinaan Atlet Basket Batam Wamendagri Bima Arya: Karakter dan Kecerdasan Intelektual Harus Berjalan Beriringan Bupati Sumedang Buka Musdis XI AMS, Tekankan Lima Strategi Penguatan Organisasi Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, Data Sementara 107 Orang Dievakuasi dan 6 Meninggal

Pemko Batam

Amsakar: Budaya Melayu Perkuat Identitas dan Pariwisata Batam

badge-check


					Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri penutupan Sembang Budaye LAM enam kecamatan wilayah timur di Lapangan Bola Legenda Malaka, Batam Kota, Minggu (13/9/2026) malam. Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri penutupan Sembang Budaye LAM enam kecamatan wilayah timur di Lapangan Bola Legenda Malaka, Batam Kota, Minggu (13/9/2026) malam.

Maklumatkepri.com. Batam-Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan budaya Melayu merupakan bagian penting dari identitas Batam yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, kekayaan budaya juga dapat menjadi kekuatan untuk memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri penutupan Sembang Budaye Lembaga Adat Melayu (LAM) enam kecamatan wilayah timur di Lapangan Bola Legenda Malaka, Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, Minggu (13/9/2026) malam.

Kegiatan yang mengusung tema “Menjulang Adat dan Marwah dengan Merangkai Seni Budaya Melayu” itu melibatkan enam kecamatan, yakni Bulang, Galang, Nongsa, Batam Kota, Sungai Beduk, dan Bengkong.

Beragam seni budaya Melayu ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari Joget Lambak, Joget 60-an, Tarung Pantun, hingga lantunan Gurindam 12. Masyarakat juga dihibur penampilan artis Malaysia Roger Kajol dan Grup Malaykustik.

Amsakar mengatakan Sembang Budaye menjadi salah satu upaya untuk mempertegas identitas Batam sebagai daerah yang memiliki akar budaya Melayu yang kuat.

“Ini adalah ikhtiar kita untuk meletakkan secara jelas identitas negeri,” ujar Amsakar.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Pemerintah juga perlu menghadirkannya melalui kebijakan yang memberikan kepastian terhadap keberlangsungan adat dan budaya.

Amsakar menyebut Batam telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau di Kota Batam. Selain itu, Pemerintah Kota Batam bersama pihak terkait tengah memfinalisasi Perda tentang Kampung Tua.

Ia menilai kedua regulasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga identitas, adat, sejarah, dan budaya Melayu di Batam.

“Dua Perda ini semakin menegaskan bahwa keberpihakan terhadap negeri ini melalui budaya harus betul-betul nyata,” katanya.

Amsakar berharap kegiatan seni dan budaya seperti Sembang Budaye dapat terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan pariwisata Batam.

“Melalui suguhan budaya ini dapat memberikan nilai tambah bagi Batam untuk menegaskan Batam sebagai destinasi wisata budaya,” ujar Amsakar.

Ketua Umum LAM Kepri Kota Batam, Raja Muhammad Amin, mengatakan Sembang Budaye digelar dalam rangka sempena Hari Jadi LAM Batam ke-26. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertemu sekaligus mengenalkan dan menghidupkan kembali berbagai seni budaya Melayu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam, khususnya Wali Kota Amsakar Achmad, atas dukungan terhadap keberadaan dan penguatan kelembagaan adat Melayu.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Wali Kota Batam karena di era beliaulah LAM memiliki Perda,” katanya.

Rangkaian Sembang Budaye juga akan dilanjutkan di wilayah barat. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026 di Kecamatan Sekupang.

Penutupan Sembang Budaye berlangsung dalam suasana akrab. Alunan musik Melayu, pantun, gurindam, dan tarian menyatu dengan antusiasme masyarakat yang memenuhi kawasan kegiatan.

Amsakar turut berjoget bersama masyarakat. Momen tersebut menambah keakraban sekaligus memperlihatkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Amsakar Dorong Bass Cup Jadi Ajang Pembinaan Atlet Basket Batam

14 September 2026 - 12:46 WIB

Bersama Polresta Barelang dan PSSI, Amsakar Berbagi 1.000 Paket Beras

13 September 2026 - 22:00 WIB

Amsakar ke KAHMI: Mari Bergerak Bersama Membangun Batam

13 September 2026 - 14:09 WIB

Amsakar Ikut Jalan dan Senam Bersama Ribuan Warga Batu Ampar, Tekankan Pentingnya Kekompakan

13 September 2026 - 13:57 WIB

Amsakar Ikut Jalan dan Senam Bersama Ribuan Warga Batu Ampar, Tekankan Pentingnya Kekompakan

13 September 2026 - 13:55 WIB

Trending di Batam