Maklumatkepri.com. Batam-Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya di berbagai lokasi strategis. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendorong UMKM naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat.
Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri Puncak Penetapan Produk Unggulan Tahun 2026 di Lapangan Mal Top 100 Tembesi, Sagulung, Selasa (15/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Amsakar bersama Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, menyerahkan penghargaan kepada para pemenang dan pelaku UMKM terbaik, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat Kota Batam.
Amsakar mengatakan, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan kerja. Karena itu, pemerintah daerah perlu menghadirkan kebijakan yang dapat mendorong UMKM tumbuh secara berkelanjutan.
“Kami dan Ibu Li Claudia (Wakil Wali Kota Batam) sangat senang jika UMKM kita terus tumbuh dan omzetnya naik. Bagi pemerintah, memberdayakan UMKM adalah solusi nyata untuk memperkecil angka pengangguran dan kemiskinan,” ujar Amsakar.
Menurutnya, peluang pasar bagi produk lokal semakin terbuka seiring meningkatnya aktivitas pariwisata di Batam. Ia mencontohkan penerimaan pajak hotel dan restoran pada semester pertama tahun ini yang menunjukkan tingginya aktivitas sektor pariwisata.

Kondisi tersebut, lanjut Amsakar, harus dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pemasaran produk mereka.
Pemko Batam juga terus menyiapkan ruang promosi bagi produk UMKM. Setelah menghadirkan Pojok UMKM di Pelabuhan Sekupang, pemerintah berencana memperluas fasilitas serupa ke Gedung DPRD Kota Batam dan mengupayakan titik pemasaran di Bandara Internasional Hang Nadim.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya dikemas secara profesional. Namun, Amsakar memberikan masukan agar kegiatan serupa pada tahun mendatang dapat digelar di tempat tertutup sehingga peserta lebih nyaman mengikuti seluruh rangkaian acara.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan, proses pemilihan produk unggulan telah berlangsung sejak April 2026. Pada tahap awal, panitia menginventarisasi 180 jenis produk yang meliputi makanan, minuman, kerajinan, dan desain dari 12 kecamatan.
Produk-produk tersebut kemudian melalui proses kurasi yang melibatkan tim independen dan profesional dari berbagai latar belakang, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), asosiasi industri, serta pelaku industri kreatif.
Penilaian dilakukan berdasarkan 10 kriteria, antara lain kualitas, keunikan, inovasi, kemasan, legalitas, kontinuitas produksi, dan daya saing di pasar.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menggali potensi produk di tingkat kelurahan dan kecamatan, sekaligus memberikan masukan perbaikan kualitas. Produk unggulan terpilih nantinya dipromosikan di berbagai event dan lokasi strategis Kota Batam,” jelas Salim.
Ia menambahkan, Pojok UMKM di Pelabuhan Sekupang menunjukkan perkembangan positif dan terus mencatat penjualan sejak diresmikan bulan lalu. Pemerintah juga tengah mematangkan penyiapan titik pemasaran baru di sejumlah lokasi strategis.
Melalui penetapan produk unggulan tersebut, Pemko Batam berharap semakin banyak produk lokal yang memiliki kualitas dan daya saing sehingga mampu berkembang serta menembus pasar yang lebih luas. (Red)








