PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Uncategorized

Hujan Minim, Kabut Asap dari Kalimantan Masih Berpotensi Masuk Kepri

badge-check


					Hujan Minim, Kabut Asap dari Kalimantan Masih Berpotensi Masuk Kepri Perbesar

Maklumatkepri.com. Kota Tanjungpinang – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) berpotensi bertahan dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Kepri didominasi cerah berawan, dengan peluang hujan yang rendah.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, mengatakan hujan berpotensi turun dalam waktu dekat. Namun, hujan yang diperkirakan turun bersifat lokal dengan intensitas ringan sehingga belum cukup membantu mengurangi kabut asap.

“Kalau posisi prediksi kita memang ada potensi hujan, tapi itu sangat lokal dan kondisinya ringan, itu pun baru kita memperkirakan,” ujar Ahmad, Senin (14/9/2026).

Kabut asap dari Kalimantan juga berpotensi masuk ke Kepri. Kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut masih berlangsung, sementara angin dari arah tenggara hingga selatan dapat membawa asap menuju Kepri.

“Selama di Kalimantan kondisinya masih terbakar cukup masif, itu akan tetap berdampak,” ucapnya.

Dalam tiga hari ke depan hingga 15 September 2026, peluang hujan lebih banyak terdapat di wilayah Kepri bagian utara, termasuk Anambas. Sementara Tanjungpinang dan Bintan masih memiliki peluang hujan yang rendah.

“Kalau saya lihat di wilayah Kepri bagian utara, yang masuk wilayah Anambas ada hujan, kalau di kita kebetulan tidak ada,” katanya.

Kondisi udara yang mulai memburuk juga menjadi perhatian Pemko Tanjungpinang. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanjungpinang Teguh Susanto mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

“Indeks kualitas udara pagi ini tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis. Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker,” ujar Teguh.

Kabut asap yang mulai terasa juga mengganggu aktivitas warga. Agung, warga Perumahan Kijang Kencana 3, mengaku jarak pandang saat berkendara terganggu. Ia juga menggunakan masker ketika bepergian dengan sepeda motor.

“Saya pakai motor, jadi harus pakai masker karena selain mengganggu jarak pandang juga mengganggu pernapasan,” tutur Agung.

Agung berharap pemerintah ikut membantu warga menghadapi kondisi tersebut, salah satunya dengan menyediakan masker.

“Harapan kami pemerintah dapat membantu masyarakat, misalnya pemberian masker,” pungkasnya. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Anggota Parlemen Malaysia Kalam Salan Sampaikan Pesan Berbahasa Jawa kepada Prabowo soal Kabut Asap Karhutla

24 Oktober 2026 - 05:14 WIB

60 Tahun KAHMI: Jangan Hanya Berganti Pengurus, Saatnya Berani Berbenah

17 September 2026 - 16:14 WIB

HUT ke 24 GOW, Handayani Ariza : Kita rayakan dengan sederhana dan kebersamaan.

15 September 2026 - 18:45 WIB

Penempatan Pejabat Berdasarkan Hasil Evaluasi dan Aturan Kepegawaian

10 September 2026 - 21:11 WIB

Raja Alam Tegaskan Jangan Sampai Ada Kesenjangan terhadap PPPK Paruh Waktu

22 Agustus 2026 - 20:18 WIB

Trending di Uncategorized