PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam

Dunia

Menlu: Pasukan Indonesia di ISF Tidak Lakukan Pelucutan Senjata atau Demiliterisasi

badge-check


					Menlu: Pasukan Indonesia di ISF Tidak Lakukan Pelucutan Senjata atau Demiliterisasi Perbesar

MaklumatKepri.com, Washington DC-Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan bahwa sebanyak 8.000 personel Indonesia yang akan tergabung dalam International Stabilization Force (ISF) tidak akan menjalankan operasi militer ofensif. Ia memastikan pasukan Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun agenda demiliterisasi di wilayah penugasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington D.C. Ia menekankan bahwa partisipasi Indonesia semata-mata didasarkan pada mandat internasional yang berorientasi pada stabilisasi dan perlindungan masyarakat sipil.

Menurutnya, keberadaan pasukan Indonesia di Jalur Gaza difokuskan pada misi penjagaan perdamaian. Tugas utama yang diemban adalah memastikan situasi tetap kondusif serta membantu menjamin keselamatan warga sipil di tengah kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.

Sugiono juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan batasan khusus atau national caveat bagi personel Tentara Nasional Indonesia yang terlibat. Dengan ketentuan tersebut, prajurit Indonesia tidak diperkenankan melakukan tindakan tempur agresif di luar mandat perlindungan dan stabilisasi.

Selain menjalankan fungsi pengamanan, pasukan Indonesia akan berperan dalam mendukung upaya kemanusiaan serta koordinasi perlindungan warga sipil dari berbagai pihak. Pemerintah menegaskan bahwa keterlibatan ini tidak memiliki kaitan dengan perubahan sikap politik luar negeri Indonesia terhadap Israel.

Lebih lanjut, Indonesia juga memperoleh posisi strategis dalam struktur komando ISF, termasuk penunjukan perwakilan pada jajaran pimpinan operasional. Pemerintah memandang kepercayaan tersebut sebagai pengakuan atas profesionalisme dan pengalaman panjang Indonesia dalam berbagai misi penjaga perdamaian internasional.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PB PII Sampaikan Keprihatinan atas Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo

31 Oktober 2026 - 00:44 WIB

MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah

30 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Logo HUT IPA ke-73 Resmi Diluncurkan, Usung Tema “Meneguhkan Cita Mulia Pelajar Al Washliyah untuk Kemajuan Bangsa”

30 Oktober 2026 - 12:47 WIB

10 Tahun Diperjuangkan, Gas Natuna Kini Resmi Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

29 Oktober 2026 - 02:52 WIB

Operasi Patuh 2026, Polri Ajak Masyarakat Jadikan Keselamatan sebagai Kebiasaan

29 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Trending di Nasional