Malumatkepri.com. Teheran – Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) melancarkan gelombang serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk pada 12–13 Juli 2026, sebagai respons atas rentetan serangan udara AS ke wilayah Iran yang telah berlangsung empat malam berturut-turut. Berikut rincian pangkalan yang disebut IRGC sebagai sasaran serangan, berdasarkan laporan berbagai media internasional:
Pangkalan Udara Pangeran Hassan, Yordania
IRGC mengklaim meluncurkan rudal balistik ke pangkalan udara ini dan menghancurkan pusat komando-kendali beserta hanggar drone MQ-9. Citra satelit yang beredar menunjukkan kerusakan pada struktur penyimpanan drone yang menyerupai hanggar Rubb yang biasa digunakan pasukan AS untuk MQ-9 Reaper dan MQ-4C Triton, dengan citra Sentinel-2 pada 12 Juli memperlihatkan satu hanggar hancur disertai bekas ledakan di area apron. Sumber lain menyebutkan bahwa serangan itu membakar sejumlah gudang rudal besar dan tangki penyimpanan bahan bakar.

Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar
IRGC mengklaim rudal baliknya menghantam pusat perawatan dan perbaikan pesawat tempur serta pusat komando-kendali di pangkalan ini. Sejauh ini klaim tersebut belum diverifikasi secara independen, dan belum ada konfirmasi resmi dari otoritas AS maupun Qatar mengenai kerusakan yang dilaporkan.
Pangkalan di Kuwait
Menurut laporan, pasukan darat Iran melancarkan serangan drone terhadap sistem pertahanan udara Patriot, gudang amunisi, dan situs radar di Kuwait.
Fasilitas di Juffair, Bahrain
IRGC menyatakan melancarkan serangan rudal dan drone yang menyasar instalasi dan infrastruktur militer AS di Juffair, Bahrain
Pelabuhan Duqm, Oman
Pada fase ketiga responsnya, IRGC melancarkan serangan berat ke pusat dukungan logistik untuk kapal-kapal Angkatan Laut serta platform pengisian bahan bakar kapal induk AS di Pelabuhan Duqm, Oman.
Bandar Udara/wilayah UEA
Selain kelima lokasi di atas, serangan rudal dan drone juga dilaporkan menyasar Uni Emirat Arab, di samping Qatar, Kuwait, Oman, dan Bahrain pada Ahad, dengan tiga orang termasuk satu anak-anak terluka akibat serpihan rudal yang jatuh di Qatar. (Red)












