Menu

Mode Gelap
Amsakar-Li Claudia Perluas Lapangan Kerja dan Tingkatkan Pendidikan Anak Hinterland Kasus Kematian Bripda NS Segera Disidangkan, Jaksa Siapkan Dakwaan Wali Kota Lis: Posyandu Harus Mampu Deteksi Persoalan Kesehatan hingga Sosial Keluarga Transformasi Posyandu, Dinkes Bekali 145 Kader Tingkatkan Layanan Kesehatan Wawako Raja Ariza Pimpin Rakor Monitoring dan Evaluasi PAD, Bahas Langkah Percepatan Peningkatan Pendapatan Daerah Sekda Zulhidayat Tekankan Akurasi Penyusunan Peta Jabatan ASN, Dukung Implementasi SOTK Baru dan Sistem SIMATA

Daerah

Migas Blok Andaman Tarik Minat Investor, KEK ARun Disiapkan Jadi Pusat Hilirisasi Eenergi Aceh

badge-check


					Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).|Foto:Ist Perbesar

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).|Foto:Ist

Maklumatkepri.com. Banda Aceh – Potensi cadangan gas raksasa di Blok Andaman mulai menarik perhatian sejumlah korporasi nasional maupun internasional untuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Meski proyek hulu migas masih dalam tahap pengembangan, geliat investasi sektor hilir mulai menunjukkan perkembangan positif.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyambut baik meningkatnya minat investor terhadap hilirisasi migas di Aceh. Menurutnya, investasi tersebut diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Semoga membawa kebaikan dan kemakmuran bagi Aceh,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, Senin (13/7/2026).

Nurlis mengatakan Pemerintah Aceh membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang ingin mengembangkan industri hilir di KEK Arun. Menurutnya, hilirisasi migas dari Blok Andaman merupakan salah satu agenda strategis Gubernur Aceh dalam mendorong transformasi ekonomi daerah.

Karena itu, Mualem meminta seluruh pemangku kepentingan, khususnya Pemerintah Aceh, mulai mempersiapkan berbagai aspek pendukung agar pengembangan industri hilir dapat berjalan optimal ketika produksi gas dimulai.

Sejumlah perusahaan, baik nasional maupun asing, kini mulai menjajaki peluang investasi di KEK Arun. Salah satunya PT Indoasia Oiltank Terminal yang bergerak di bidang infrastruktur energi dan petrokimia.

Perusahaan tersebut dipimpin salah satu pemegang sahamnya, Mohamad Bawazeer, yang juga merupakan pimpinan Indrillco Group serta Ketua Komite Bilateral Arab Saudi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Direksi Indoasia Oiltank Terminal bertemu dengan Pemerintah Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Senin (13/7/2026), dan diterima Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun. Dalam pertemuan itu, perusahaan juga menggandeng Fakultas Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (USK) dengan melibatkan tiga profesor sebagai mitra akademik.

“Kami menyambut baik setiap calon investor yang ingin berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Aceh,” kata Nasir.

Ia mengapresiasi langkah perusahaan yang melibatkan USK dalam pengembangan proyek. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen untuk membangun investasi yang turut memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan dunia pendidikan di Aceh.

Selain Indoasia Oiltank Terminal, minat investasi juga datang dari PT Pupuk Indonesia (Persero). Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menyampaikan rencana pembangunan dua pabrik metanol di Aceh dan Kalimantan Timur guna memenuhi kebutuhan bahan baku biodiesel nasional.

Ketertarikan serupa juga disampaikan perusahaan energi yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab, melalui surat kepada Gubernur Aceh pada 26 April 2026. Perusahaan tersebut menyatakan minat membangun pabrik metanol di KEK Arun.

Tak hanya itu, perusahaan asal Jiangsu, China, bersama mitra nasional di Jakarta juga telah mengajukan proposal kepada Pemerintah Aceh pada 8 Juli 2026 untuk mengembangkan proyek likuefaksi LNG di KEK Arun.

Besarnya minat investor tidak terlepas dari potensi Blok Andaman yang memiliki enam wilayah kerja migas, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman.

Tahap awal pengembangan akan dimulai dari Lapangan Gas Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman yang dioperasikan Mubadala Energy.

“Proyek inilah yang akan menjadi pintu masuk dimulainya hilirisasi migas di Aceh,” ujar Nurlis.

Pemerintah Aceh menargetkan KEK Arun menjadi pusat hilirisasi migas yang terintegrasi. Target tersebut sejalan dengan Proyek Strategis Nasional dalam RPJMN 2025–2029 yang menetapkan pengembangan KEK Arun sebagai salah satu program prioritas, sekaligus mendukung arah pembangunan dalam RPJMA Aceh 2025–2029.

Nurlis menjelaskan Lapangan Gas Tangkulo diproyeksikan menghasilkan sekitar 300 MMSCFD gas. Dari jumlah itu, sekitar 160 MMSCFD telah memiliki komitmen penjualan melalui Gas Sale Agreement (GSA) kepada PLN, sementara sisanya membuka peluang besar bagi pengembangan industri hilir di Aceh.

“Potensinya masih sangat besar untuk mendukung pertumbuhan industri di Aceh,” katanya.

Selain gas alam yang dapat diolah menjadi metanol dan hidrogen, Lapangan South Andaman juga diperkirakan memproduksi sekitar 7.500 barel kondensat per hari. Produk tersebut dapat diolah menjadi nafta, kerosin, hingga gasoline yang menjadi bahan baku industri petrokimia, cat, dan bahan bakar minyak.

Dengan mulai berdatangannya investor, Pemerintah Aceh optimistis KEK Arun akan kembali menjadi kawasan industri energi strategis yang mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Aceh. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PWI Nagan Raya Jalin Silaturahmi dengan Kajari, Perkuat Sinergi Pers dan Penegakan Hukum

12 Juli 2026 - 11:27 WIB

Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, Menerima Kunjungan Tim Peneliti dari

12 Juli 2026 - 10:51 WIB

Dukung Program Palembang Peduli, Kecamatan Sako Gelar Bimtek dan Konsultasi Hukum Gratis

11 Juli 2026 - 14:00 WIB

FGD Bahas Solusi Kerusakan Jalan Lintas Timur Banyuasin, Organisasi Pemuda Siapkan Rekomendasi ke Kementerian PUPR

11 Juli 2026 - 12:12 WIB

MAN IC OKI Ikuti Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Penerima Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026

11 Juli 2026 - 12:01 WIB

Trending di Daerah