Menu

Mode Gelap
BP Batam Pastikan Perbaikan Jalan Gajah Mada Hadirkan Jalan yang Lebih Berkualitas dan Nyaman, Pengguna Jalan Dihimbau Senantiasa Berhati-hati Investasi Batam Tumbuh 62,75 Persen, Ciptakan 40.943 Lapangan Kerja Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur Kepala Kantor Imigrasi Belakang Padang Hadiri Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam

Kepri

Harga Emas Jadi Penyumbang Inflasi Nasional Tertinggi

badge-check


					Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang Perbesar

Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang

MaklumatKepri.com, Tanjungpinang-Kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan inflasi nasional pada awal tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).

Dalam pemaparannya, Tito menjelaskan bahwa inflasi nasional secara year on year (yoy) per Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode Desember hingga Januari yang berada di kisaran 3,55 persen.

Menurut Tito, salah satu penyumbang terbesar inflasi berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatat kenaikan hingga 16,66 persen.

Di dalam kelompok tersebut, kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor yang memberikan kontribusi cukup signifikan terhadap peningkatan inflasi.

“Secara teoritis angka 3,5 persen masih tergolong ringan, namun dampaknya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat terutama pada kelompok desil 1 hingga 4,” ujar Tito.

Tito menjelaskan bahwa kenaikan harga emas tidak terlepas dari dinamika ekonomi global. Situasi geopolitik dan konflik internasional turut memengaruhi pergerakan harga emas di pasar dunia.

Kondisi tersebut kemudian berdampak pada harga emas di dalam negeri yang mengalami kenaikan dan ikut memberi andil terhadap inflasi nasional.

Selain kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, kelompok perumahan, air, listrik, serta bahan bakar rumah tangga juga turut memberikan kontribusi terhadap inflasi nasional sebesar 16,19 persen.

Peringatan Kenaikan pada kelompok ini dipengaruhi oleh faktor subsidi energi pada Januari hingga Februari tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, inflasi nasional per Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen secara year on year.

Temukan lebih banyak Iklan berita Anambas travel Tanjungpinang

Angka ini berada sedikit di atas target inflasi pemerintah yang ditetapkan pada kisaran 2,5 persen dengan toleransi ±1 persen.

Meski demikian, pemerintah terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi melalui koordinasi bersama pemerintah daerah.

Rapat koordinasi yang digelar bersama kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut juga membahas berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga barang dan jasa di daerah

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur

28 Juli 2026 - 21:39 WIB

Kepala Kantor Imigrasi Belakang Padang Hadiri Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang

28 Juli 2026 - 21:31 WIB

Harlah ke-62 PII Wati, Melisa: Tumbuh Berdaya, Merawat Diri, Menginspirasi Negeri

26 Juli 2026 - 22:36 WIB

Wali Kota Lis Ingatkan Aparatur, Pahami Aspek Hukum Pengadaan Sejak Tahap Perencanaan

15 Juli 2026 - 18:23 WIB

Pemko Tanjungpinang Siapkan Perwako Implementasi Program Kartu Bima Sakti

15 Juli 2026 - 17:22 WIB

Trending di Tanjungpinang