MA Kabulkan Kasasi, Suket Penyetaraan SMA Gibran Dinyatakan Tidak Sah Kecamatan Sagulung Ukir Prestasi, Raih IPP 4,20 Kategori A dan Puncaki Penilaian Pelayanan Publik Se-Kota Batam 2026 Wawako Raja Ariza Ajak Warga Kampung Bugis Cegah Narkoba Harga Pangan Berbeda Antarkios, Ini Penyebabnya Karang Taruna Kota Batam: Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-98, Ketua Karang Taruna Kota Batam Ajak Pemuda Bersatu, Berkarya dan Berjaya Untuk Kemajuan Batam Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Triwulan III-2026: General Cargo Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Dunia

PM Spanyol jadi kepala negara pertama kutuk pembunuhan TNI di Lebanon

badge-check


					PM Spanyol jadi kepala negara pertama kutuk pembunuhan TNI di Lebanon Perbesar

MaklumatKepri.com, Repelita Madrid – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menjadi kepala negara pertama yang secara terbuka mengecam pembunuhan penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) setelah insiden ledakan yang menewaskan satu prajurit TNI pada Ahad (29/3/2026) malam.

Sanchez mengungkapkan kecamannya melalui unggahan di akun X pada Senin (30/3/2026) dengan pernyataan tegas bahwa Spanyol mengutuk keras peristiwa tersebut dan menuntut klarifikasi asal muasal proyektil yang menghantam posisi pasukan perdamaian.

“Spanyol mengutuk keras peristiwa ini. Mereka menuntut agar asal muasal proyektil tersebut diklarifikasi. Dan kami menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan serangan,” tulis Sanchez.

Ia menambahkan bahwa serangan terhadap misi penjaga perdamaian PBB merupakan agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap seluruh komunitas internasional, dan menegaskan bahwa garis merah telah dilanggar dengan tewasnya pasukan penjaga perdamaian.

Para penjaga perdamaian terbunuh ketika ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, menurut pernyataan UNIFIL yang dirilis pada Senin (30/3/2026).

“Seorang penjaga perdamaian ketiga terluka parah dan penjaga perdamaian keempat juga terluka,” demikian pernyataan UNIFIL yang merinci jumlah korban dalam insiden tersebut.
Dalam kronologi yang diperoleh, pasukan perdamaian Indonesia yang gugur tersebut turut berjaga bersama pasukan Spanyol di wilayah rawan konflik di Lebanon selatan.

Kematian terbaru ini terjadi kurang dari sehari setelah seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas dalam ledakan lain pada Ahad (29/3/2026), menambah daftar panjang korban dari kalangan pasukan penjaga perdamaian.

“Serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan mungkin merupakan kejahatan perang,” kata UNIFIL.

Prancis telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyusul insiden yang sangat serius yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

“Serangan terhadap posisi penjaga perdamaian PBB tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, seraya menambahkan bahwa negaranya menyerukan penyelidikan penuh atas tragedi ini.(*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

AS Tambah Kekuatan Militer di Timur Tengah, Jumlah Kapal Perang Puluhan

24 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Anies Baswedan Terima Freedom of the City of London, Setara Winston Churchill

17 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Di Balik Gemerlap K-Pop: Mengapa Puluhan Ribu Warga Korea Selatan Memilih Berislam?

14 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Serangan Houthi Hantam Bandara Riyadh, 12 Orang Tewas dan Ratusan Terluka

11 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Tabrak Ranjau Supertanker Meledak di Selat Hormuz, Kapal LPG NV Sunshine Ikut Terbakar

11 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Trending di Dunia