Menu

Mode Gelap
Pemprov Kepri dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 Labkesmas Kepri, Infrastruktur Kesehatan untuk Memperkuat Kewaspadaan Penyakit di Daerah Kepulauan Wagub Nyanyang Apresiasi Aksi IPK Peduli Lingkungan di Pantai Vio Vio Musda KAHMI Batam: Haruskah Selalu Amsakar? Desil Warga Bisa Berubah, Wako Lis: Kartu Bima Sakti Lebih Fleksibel Maulid Nabi 1448 H, Wali Kota Lis Darmansyah Apresiasi Dedikasi Kader PKK dan Posyandu

Internasional

PM Spanyol jadi kepala negara pertama kutuk pembunuhan TNI di Lebanon

badge-check


					PM Spanyol jadi kepala negara pertama kutuk pembunuhan TNI di Lebanon Perbesar

MaklumatKepri.com, Repelita Madrid – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menjadi kepala negara pertama yang secara terbuka mengecam pembunuhan penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) setelah insiden ledakan yang menewaskan satu prajurit TNI pada Ahad (29/3/2026) malam.

Sanchez mengungkapkan kecamannya melalui unggahan di akun X pada Senin (30/3/2026) dengan pernyataan tegas bahwa Spanyol mengutuk keras peristiwa tersebut dan menuntut klarifikasi asal muasal proyektil yang menghantam posisi pasukan perdamaian.

“Spanyol mengutuk keras peristiwa ini. Mereka menuntut agar asal muasal proyektil tersebut diklarifikasi. Dan kami menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan serangan,” tulis Sanchez.

Ia menambahkan bahwa serangan terhadap misi penjaga perdamaian PBB merupakan agresi yang tidak dapat dibenarkan terhadap seluruh komunitas internasional, dan menegaskan bahwa garis merah telah dilanggar dengan tewasnya pasukan penjaga perdamaian.

Para penjaga perdamaian terbunuh ketika ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan, menurut pernyataan UNIFIL yang dirilis pada Senin (30/3/2026).

“Seorang penjaga perdamaian ketiga terluka parah dan penjaga perdamaian keempat juga terluka,” demikian pernyataan UNIFIL yang merinci jumlah korban dalam insiden tersebut.
Dalam kronologi yang diperoleh, pasukan perdamaian Indonesia yang gugur tersebut turut berjaga bersama pasukan Spanyol di wilayah rawan konflik di Lebanon selatan.

Kematian terbaru ini terjadi kurang dari sehari setelah seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas dalam ledakan lain pada Ahad (29/3/2026), menambah daftar panjang korban dari kalangan pasukan penjaga perdamaian.

“Serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, dan mungkin merupakan kejahatan perang,” kata UNIFIL.

Prancis telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyusul insiden yang sangat serius yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon.

“Serangan terhadap posisi penjaga perdamaian PBB tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan,” kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot, seraya menambahkan bahwa negaranya menyerukan penyelidikan penuh atas tragedi ini.(*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

7 September 2026 - 12:16 WIB

Iran Balas Serangan AS di Selat Hormuz, 6 Kapal Jadi Sasaran

7 September 2026 - 07:41 WIB

Beda dengan Wapres AS, Trump Sebut Konflik Melawan Iran sebagai Perang

6 September 2026 - 08:01 WIB

Ancam Bunuh Presiden Marcos, Wapres Filipina Sara Bayar Jaminan Rp100 Juta Tak Ditahan

6 September 2026 - 07:42 WIB

Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

9 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Trending di Internasional