Menu

Mode Gelap
Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Menumbuhkan Mimpi di Tanah Rempang-Galang BP Batam Perkuat Transformasi Digital melalui Pengembangan Super Apps Kepala BP Batam: Sekolah Rakyat Merah Putih Prioritaskan Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera Tutup Orientasi Mabigus, Wawako Raja Ariza Tekankan Penguatan Pendidikan Karakter Deadlock Mediasi 28 Juli 2026, Masyarakat Mesuji Lanjutkan Reklaming Lahan di Blok O:40, 41, 42 Wawako Raja Ariza: Event Olahraga Buka Ruang Promosi Produk UMKM

Kepri

Wagub Nyanyang Ikuti Peluncuran 1.061 KDKMP, Kepri Siap Jadi Mitra Strategis Program Nasional

badge-check


					Wagub Nyanyang Ikuti Peluncuran 1.061 KDKMP, Kepri Siap Jadi Mitra Strategis Program Nasional Perbesar

MaklumatKerpri.com, Dompak-Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengikuti peluncuran 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah oleh Presiden Republik Indonesia secara virtual dari Pasar Hang Tuah, Batu Besar, Kota Batam, Sabtu (16/5).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Nyanyang menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik peluncuran program strategis nasional tersebut sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan.

Menurutnya, semangat pemerataan pembangunan yang diusung melalui program KDKMP sangat relevan bagi daerah kepulauan seperti Kepri yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks.

“Walaupun lokus utama peluncuran berada di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, esensi dari pemerataan pembangunan ini gaungnya sampai ke beranda terdepan NKRI, yaitu bumi Segantang Lada, Kepulauan Riau,” ujar Nyanyang.

Ia menjelaskan, Kepulauan Riau merupakan provinsi kepulauan dengan 96 persen wilayah berupa lautan dan hanya 4 persen daratan. Kepri memiliki lebih dari 2.408 pulau yang tersebar, termasuk 22 pulau kecil terluar yang berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Besarnya potensi maritim yang dimiliki Kepri, lanjut Nyanyang, juga menghadirkan berbagai tantangan pembangunan yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah pusat.

Beberapa persoalan mendasar yang masih dihadapi di antaranya kesenjangan infrastruktur antar-pulau akibat tingginya biaya logistik dan transportasi laut, keterbatasan akses digital dan jaringan komunikasi di wilayah pulau terluar, hingga perlunya optimalisasi sektor perikanan melalui modernisasi teknologi dan penguatan sarana pendukung bagi nelayan tradisional.

“Masih terdapat titik-titik blank spot di wilayah perbatasan yang menghambat akselerasi digitalisasi desa dan kampung. Karena itu kami berharap adanya penguatan jaringan internet satelit untuk mendukung desa digital di wilayah kepulauan,” katanya.

Nyanyang juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen mewujudkan pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing dan berkarakter sebagaimana tertuang dalam visi pembangunan daerah.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, menurutnya, telah membuahkan sejumlah capaian positif pada indikator makro pembangunan daerah. Pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2025 tercatat sebesar 6,94 persen, tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional setelah Maluku Utara dan Sulawesi Tengah.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri juga meningkat dari 79,89 pada tahun 2024 menjadi 80,53 pada tahun 2025. Capaian tersebut menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan IPM tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kepri juga mengalami penurunan dari 6,89 persen pada Februari 2025 menjadi 6,35 persen pada November 2025.

Melihat keberhasilan pembangunan 1.061 KDKMP di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Nyanyang berharap program serupa dapat diperluas hingga menyentuh wilayah kepulauan dan perbatasan di Kepulauan Riau dengan pendekatan berbasis karakteristik kemaritiman.

“Kepulauan Riau siap menjadi mitra strategis dan laboratorium hidup bagi berbagai program nasional berbasis kemaritiman dan kawasan perbatasan,” tegasnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Kepulauan Riau, Nyanyang turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan pemerintah pusat atas peluncuran program tersebut yang dinilai mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa dan kelurahan di Indonesia.

Turut hadir Ketua DPRD Kepri Imam Setiawan, Kapolda Kepri Asep Safrudin, Pangkoarmada I yang diwakili Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, Danrem 033/Wira Pratama Bambang Herqutanto, Kabinda Kepri Bonar Panjaitan, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, Dandim 0316 Batam Yan Eka Putra, Kapolresta Barelang Anggoro Wicaksono, Danlanud Hang Nadim Batam Indra Lesy, Kepala Bakamla Batam Agus Sriyanto, Danyon Marinir 10 Aris Wibiatmoko, Dandenpom 1/6 Batam Dela Guspala Partadimadja, para pimpinan instansi vertikal, Camat Nongsa Eva Marhaini serta para lurah se-Kecamatan Nongsa. 

Sumber: MC Kepri
Redaksi : EL
Editor : Amka

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wagub Nyanyang Lepas 1.336 Mahasiswa KKN UMRAH, Siap Mengabdi dan Berkontribusi untuk Masyarakat Kepri

1 Agustus 2026 - 16:03 WIB

43 OPD Pemprov Kepri Rampungkan Bimtek e-Monev KIP 2026, Komitmen Pimpinan Kunci Utama Capaian Predikat Informatif

31 Juli 2026 - 11:11 WIB

Ranperda Pertanggungjawaban APBD Provinsi Kepri TA 2025 Disahkan Menjadi Perda

29 Juli 2026 - 23:21 WIB

Pemprov Kepri Bangun Kanal Banjir di Kampung Purwodadi Bintan Timur

28 Juli 2026 - 21:39 WIB

Pemprov Kepri Bangun 2 SMK Baru di Kota Batam, Gubernur Ansar Lakukan Peletakan Batu Pertama

13 Juli 2026 - 16:23 WIB

Trending di Kepri